Rocky Gerung Tak Bisa Pengaruhi Pemilih Muslim

ilustrasi

Oleh : Rowie Sujudi

Rocky Gerung ke Gontor ngapain banyak yg sewot? Aduh dek, bawa kentrungmu sini biar aku yg nyanyi.

Pernah denger Kerajaan Arab Saudi? Negara bergenre Salafi Wahabi itu sudah puluhan tahun menjadi donatur terbesar bagi Gontor. Donasi mereka diabadikan menjadi sebuah gedung paling mentereng sebagai icon Pondok Gontor. Tapi para santri Gontor tetap hormat bendera merah putih. Nyanyi Indonesia Raya, melukis, main musik ngak ngek ngok sampai sekarang. Piye?

Pak Din Samsudin - yg nemenin ke Ponorogo - misalnya mau nginap di Gontor setahun pun, saya yakin para santri tetap subuhan pakai Qunut. Pujian ilahilas menjelang magrib dan dzikir bersama selepas sholat jamaah. Gak ada yg berubah.

Di luar sana, alumni Pondok Gontor bikin G4NKRI - pendukung Jokowi. Ada juga yg bikin KOMAS - pendukung Prabowo. Tapi tetap saja Gontor yg menang.

Dulu ketua PBNU Alm KH Hasyim Muzadi berkali-kali ngisi ceramah kebangsaan di Gontor juga woles saja. Gak masalah. Intinya, mau Presiden, Menteri, Gubernur, Panglima, bagi Gontor sama.

Apalagi cuma seorang Rocky Gerung. Ketua partai bukan, ketua ormas juga bukan. Jadi dosen dipecat mulu. Jadi atheis masih malu-malu. Mentok paling cuma jurkam terselubung. Gak ngaruh.

Namun kita harus husnudzon kepada Kyai Hasan dan para asatidz Gontor. Mungkin mereka sedang butuh hiburan. Daripada mendatangkan Sule dan Andre mahal, mending nanggap Almukarom Rocky Gerung murah meriah. Yg penting ada lucu-lucunya dan bisa tertawa bungah.

Lagian, Rocky Gerung itu ke UNIDA Siman, bukan ke Pondok Modern Gontor.

Makan tuh akal sehat...

Sumber : Status Facebook Rowie Sujudi

Friday, March 22, 2019 - 07:30
Kategori Rubrik: