Rocky Gerung dan PKS

Oleh: Ade Winata

Saya ditanya oleh beberapa teman soal undangan DPP PKS pada Rocky Gerung.

Pada dasarnya tidak ada masalah.

Karena PKS sendiri telah mendeclare sebagai partai terbuka sejak dari paska 2004.

Dan PKS yang saya kenal semenjak saya ikut tarbiyah sampai 2013-2014.

Adalah PKS yang memilih untuk inklusif dan moderat, walau ada beberapa anasir-anasir yang bertentangan namun saya nilai ini wajar sebagai perpindahan mindset PKS yang esklusif before 2004 ke yang inklusif.

Walau dulu PKS pernah mengundang Caknur (bukan Sugik) sebagai pemateri dan cukup banyak ditentang bahkan sampai ada seorang Doktor Syariah PKS yang memilih keluar karena hal tersebut.

Namun saya pribadi agak kesulitan membaca PKS paska 2014..

Dibilang ideologis tidak, dibilang inklusif tidak,

Jadi apa ?

wallahualam, paling hanya karena kesamaan pilihan politik saja yang membuat Rocky Gerung bisa tampil di DPP PKS

Pemikiran-pemikiran Rocky gerung pun menurut saya tidak ada masalah bila melihat background dirinya yang filsafat.

Cuma ya rasa nya rada aneh soal rocky gerung ini, sebagai orang yang juga penikmat buku atau pemikir filsafat saya nilai rocky gerung bukan sebagai pengajar yang baik soal filsafat.

Banyak sekali argumen nya yang disisipi dengan adhominem, framing yang tidak berimbang, dll..

Yang saya nilai ini jauh dari yang seharusnya seorang filsuf punya karakter.

Mengapa tidak Frans Magnis suseno yang diundang, atau Prof Bambang Sugiharto yang orang Unpar.

Mereka berdua ini benar-benar profesor filsuf, sedari muda sampai hari ini tetap konsisten dijalan filsuf nya.

Dan pemikirannya saya rasa sangat berkolerasi dengan inklusiftas yang digaungkan oleh PKS dulu..

Salam

 

Sumber : facebook Ade Winata

Thursday, May 3, 2018 - 10:15
Kategori Rubrik: