Robot

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat,Lc.MA

Umumnya kalau kita dengar kata robot, yang langsung terbayang adalah besi dan kaleng yang kaku, gerakannya patah-patah, tidak punya otak, kaku, kejam dan (maaf) agak bodoh.

Namun sebenarnya robot tidak hanya melulu fisik metal dan kaku, tidak hanya sebatas mesin mekanik yang bekerja tanpa otak.

Robot juga bisa berupa mesin yang amat cerdas. Yang paling dasar dan desain purba adalah kalkulator. Diam-diam kalkulator merupakan robot cerdas generasi paling awal, yang bisa membantu manusia menghitung dengan amat cepat namun juga akurat.

Naik sedikit dari kalkulator kita mengenal komputer. Kecerdasannya jauh di atas kalkulator tentunya.Berjuta data yang kita simpan, bisa dengan mudah diproses dan dianalisa oleh sebuah komputer jangkrik murahan.

Tahun 1969 sewaktu Neil Amstrong nyebruk di bulan, semua instrumen saat itu dikoordinasikan oleh komputer purba, yang masih pakai gulungan kertas dilubangi.

Sedangkan kita kenal komputer sudah pakai disket dan hardisk, sebelum kemudian pakai SSD. Secara kapasitas kemampuannya, tentu puluhan atau ratusan kali lebih powerfull ketimbang komputer jadul untuk mendaratkan manusia di bulan.

Dan hari ini super komputer dengan kapasitas memori sangat besar sudah bisa menyimpan informasi yang jutaan kali lebih kompleks.

Terbayangkah bila ada jutaan komputer di dunia ini lalu pada bergabung jadi satu? Satu sama lain saling menunjang dan menguatkan?Kayak apa kekuatan informasi yang dimilikinya? Nyaris tanpa batas, bukan?

Nah, gabungan dari semua komputer di seluruh dunia itu hari ini sudah terlaksana dengan menggunakan koneksi via internet.

Lalu ada komputer raksasa yang bisa menjelajahi semua komputer di dunia di internet, bekerja siang malam 24 jam dengan kekuatan maksimal, mendata seluruh isi komputer di dunia dan dipetakan dalam basis data yang amat besar.

Google adalah salah satu contohnya. Sebuah mesin pencari data di internet yang amat cerdas, maka saya memasukkan Google sebagai robot cerdas yang punya data sedemikian besar.

Jadi hari ini kalau kita butuh sebuah informasi tertentu, cukup kita lakukan pencarian lewat robot cerdas bernama lokal tak resmi 'Mbah Gugel'. Semakin banyak komputer di dunia yang masuk jaringan internet, maka semakin banyak informasi yang dimiliki oleh Google.

Saya cuma butuh setengah jam untuk mencari bahan referensi atas materi Ilmu Al-Quran yang lagi saya tulis. Bahkan sama sekali saya tidak perlu ke perpustakaan.

Namun begitu banyak kitab rujukan para ulama yang bisa saya akses hanya dalam hitungan detik. Sekarang saya butuh, sekarang saya dapat. What you need is what you get.

Sebelum ada robot cerdas Google, jelas saya butuh waktu berminggu-minggu untuk menulis makalah 5 halaman. Sama sekali tidak perlu keluar masuk perpustakaan dan toko kitab.

Robot Bicara

Hebatnya Google sudah mampu diajak bicara.

Cukup kita sapa,"Oke Google", maka kita sudah bicara dengan sebuah robot nan pintar. Dan cukup hanya dengan menggunakan hp murahan saja, bahkan tidak perlu bicara dalam bahasa Inggris. Karena Google sudah pandai berbahasa Indonesia.

Minimal saya bisa memerintahkannya untuk menuliskan (dikte) suara saya. Bagi saya, kemampuan macam itu sudah amat ajaib. Belum lagi dia pandai hampir semua bahasa manusia di dunia, sehingga bisa menjadi language universal translator.

Bayangkan, saya bicara dalam bahasa Arab, eh dia mengetikkannya dalam teks Arab. Berarti Google kan berarti lebih pintar dari kebanyakan umat Islam di negeri kita yang tidak bisa menulis Arab.

Lalu teks Arab itu oleh Google bisa langsung diterjamahkan ke bahasa apapun, termasuk Bahasa Indonesia. Kamus dan kursus bahasa lama-lama akan tergeser oleh Google.

Jadi siapa bilang robot itu kaku, patah-patah, lugu, bloon dan tidak cerdas?

Beberapa film fiksi futuristik cukup banyak yang berhayal robot malah bisa mengambil alih hegemoni manusia.

Film Terminator yang bersekuel-sekuel itu jelas bicara robot cerdas, mulai dari T-800, T-850, T-1000, T-3000 dan seterusnya.

Film serial Startrek The Next Generation punya Commander Data yang sebenarnya robot juga, namun lebih dikenal sebagai android. Otak positroniknya bisa belajar layaknya manusia.

Makanya kalau ada yang bilang film kayak gitu hanya hayalan, buat saya justru sangat mendekati kenyataan. Robot yang pintar dan bisa diajar bicara. Kecerdasannya memang buatan sehingga tetap punya beberapa keterbatasan.

Namun di sisi lain, kemampuannya sangat membantu kita manusia. Sebuah kecerdasan buatan.

An Artificial Inteligent. Its AI

Sumber : Status Facebook Ahmat Sarwat Lc MA

Thursday, July 9, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: