Rizieq Tak Berani Kibarkan "Bendera Tauhid"

Ilustrasi

Oleh : Guntur Romli

Terkait polemik "bendera tauhid" yang ditemukan di tembok rumah yang ditinggali Habib Rizieq di Mekkah, yang kemudian Habib Rizieq dan FPI tidak mengakui pemasangan bendera itu, karena bendera yang disebut "bendera tauhid" oleh Habib Rizieq dan FPI dinyatakan sebagai "bendera ISIS" oleh Pemerintah Saudi.

Yang selanjutnya Habib Rizieq malah melaporkan pemasangan bendera itu sebagai fitnah. Berikut pernyataan saya (Mohamad Guntur Romli):

1. Ternyata Habib Rizieq tidak berani melayani tantangan saya yang meminta Habib Rizieq memasang dan mengibar-ngibarkan bendera Hizbut Tahrir di rumahnya dan di keliling kota Mekkah. Bendera yang ia sebut sebagai "bendera tauhid".

2. Habib Rizieq menyuruh pengikutnya memasang dan mengibarkan "bendera tauhid" tapi dia sendiri tidak melakukan, ini "kabura maqtan indallah" hal yang sangat dibenci oleh Allah Swt yakni kalau ada orang yang cuma bisa berkata tapi tidak bisa mengerjakan (QS As-Shaff: 3) kalau kata orang Jawa: Habib Rizieq JARKONI "gelem ngajar tapi rak gelem nglakoni".

3. Habib Rizieq tidak berani memperjuangkan pengibaran bendera 
yang disebut sebagai "bendera tauhid" di Saudi, bukankah bendera Hizbut Tahrir, bendera ISIS, bendera Al-Qaidah semuanya ada tulisan kalimat tauhid? Kenapa tidak dibela sebagai bendera tauhid di Saudi?

4. Apakah Habib Rizieq dan FPI akan menuduh Pemerintah dan Polisi Saudi anti kalimat tauhid? Apakah akan demo di Saudi dan Kedubes Saudi di Indonesia kalau Saudi anti kalimat tauhid?

5. Faktanya di tempat lahirnya Islam dan di kota suci Mekkah bendera Hizbut Tahrir, bendera ISIS, ditolak dan dilarang dikibarkan karena sudah dianggap identik dengan simbol kelompok terorisme, meskipun bendera-bendera itu berkalimat tauhid, apalagi di Indonesia yang bukan tempat kelahiran Islam dan bukan kota suci.

6. Penolakan Pemerintahan Saudi terhadap bendera Hizbut Tahrir, Bendera ISIS bukanlah penolakan terhadap kalimat tauhid, tapi penolakan terhadap simbol dan identitas kelompok terorisme yang membajak simbol tauhid.

7. Sikap Pemerintah Saudi yang tegas menindak terhadap pembajakan dan penyalahgunaan simbol-simbol agama untuk jaringan terorisme dengan melarang simbol-simbol kelompok itu bisa ditiru oleh Pemerintah dan Penegak Hukum di Indonesia.

8. Kalimat Tauhid adalah kalimat yang mulia bagi orang Islam, karena hidup, bernafas, kemudian mati dan dibangkitkan lagi dengan kalimat ini. Islam adalah agama yang rahmatan Lil alamin (mengasihi sesama), maka, kalimat tauhid merupakan kalimat penegasan terhadap kasih sayang itu, bukan untuk dibajak untuk aksi-aksi teror.

Wallahu A'lam

Sumber : Status Facebook Guntur Romli

Thursday, November 8, 2018 - 20:45
Kategori Rubrik: