Rizieq Cuma Pion, Haikal Koq Mau Nantangin TNI-Polri

Ilustrasi
Oleh : Agung Wibawanto
Mungkin menurut PA 212, tanggal 2 Desember merupakan angka cantik yang setiap tahunnya patut dirayakan, entah apapun bentuknya. Hati-hati mirip kafir lho kalau mengkultuskan angka ataupun tanggalan (hehehe...). Mereka begitu ngototnya ingin merayakan 2 Desember tahun ini, bisa aksi demo, reuni, tabliq akbar dsb. Pastinya (menurut kabar kabur), angka itu sudah menjadi nama sebuah proyek 'hajatan besar'.
Karena sudah ada semacam 'kontrak' harus diramaikan setiap tahunnya, maka tentu saja ini menjadi 'pay day' atau pembagian jatah 'nyep-nyep' (bhs Jawa). Terutama bagi pengurus dan operator lapangan. Kalau sekadar peserta aksi ya cukuplah dengan sebungkus nasi dan uang transport pp. Dari siapa dana tersebut? Deri pimpinan mereka, Imbes Rizieq? Bukan! Rizieq uang dari mana? Hidup di Arab aja pas-pasan dan ngekos.
Via Rizieq mungkin iya. Artinya, Rizieq hanya perantara yang diberikan dana untuk kegiatan gaduh-gaduh. Artinya apa lagi? Rizieq bukan dedengkotnya, melainkan hanya pion yang dijalankan para Bohir alias cukong (baik dalam negeri maupun luar negeri). Kelompoknya tentu riang gembira Rizieq pulang karena bisa dipastikan logistik akan lancar, dibanding jika dia sembunyi di Arab.
Lagian juga kurang greget daya gedornya FPI dkk tanpa Rizieq. Istilahnya, gak ada elo gak rame. Benar saja, begitu Rizieq kembali maka para suporter dan cheerleader jadi lebih semangat untuk berebut mencium tangannya (saat gak ada Rizieq, tangan siapa yang dicium?). Maka sekali lagi, tidak heran mereka ngotot menggelar acara pada 2 Desember tahun ini. Sekalian ngetes aparat takut tidak dengan gertakan dan ancaman mereka?
Juru bicara Persaudaraan Alumni 212, Babe Haikal pun menjawab soal adanya suara yang menginginkan reuni 212 jangan digelar tahun ini karena masih Covid-19. Si Babe mengatakan Reuni 212 bakal tetap diadakan, dia menunjuk pada pelaksaan Pilkada serentak saja tetap dilangsungkan. “Ini yang nanya orang dengan jabatan tinggi. Saya tanya: Bapak bikin pilkada nggak? Oh ada," ujarnya dijawab sendiri.
"Kalau bapak bikin Pilkada, saya bikin reuni. kalau bapak hargai nggak bikin Pilkada kita juga nggak bikin reuni. Tapi karena bapak putuskan bikin pikkada, kita bikin reuni bahkan lebih tinggi dari Pilkada bapak,” gertak Babe Haikal dalam video viral didampingi Habib Rizieq Syihab. PA 212 sendiri mengaku sudah mengantongi izin peminjaman tempat di Monas kepada Pemprov DKI. Semangat banget ya!
Di klarifikasi atas ucapan Babe tersebut, pihak Polri punmenjawab, "Tentunya Polri akan melaksanakan tindakan tegas kalau masih ada yang mau melakukan kerumunan, kita akan bubarkan," jelas Karo Penmas Brigjen Polisi Awi Setiyono di Mabes Polri, Selasa (1/12). Awi menegaskan tidak akan mentolerir dan mengizinkan berbagai kegiatan yang menimbulkan kerumunan di tengah masa pandemi Covid-19.
Sedangkan Kodam Jaya yang belakangan berseteru dengan FPI sudah menjawab tegas sejak lama, "Sudah ada surat pernyataan dari FPI dan bahkan imbauan dari gubernur bahwa tidak boleh melaksanakan Reuni 212 karena itu melanggar Perda Nomor 88 Tahun 2020 yang sudah dikeluarkan dan FPI sendiri sudah menyanggupi, sudah membuat surat pernyataan juga dia tidak akan melakukan Reuni 212," kata Pangdam Jaya.
Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman di Kodam Jaya, kembali menegaskan, "Kalau misal ke depannya dia sudah membuat surat pernyataan dia kemudian langgar, nggak ada cerita, saya dengan polisi ya, bertindak tegas ya, nggak ada orang semaunya di sini, semaunya seperti dia yang paling benar sendiri nggak ada, ikuti aturan hukum yang berlaku," tegas Dudung kepada media, Senin (23/11).
Sementara itu, mantan Ketua MK, Jimly Asshiddiqie mengomentari ucapan Babe Haikal sebagai mencari masalah saja. Menurutnya antara pilkada dengan reuni 212 adalah dua hal yang berbeda. "Ini cari-cari masalah. Pilkada sudah diatur UU setelah sebelumnya ditunda. Reuni tidak ada dasarnya," cuitnya dalam akun Twitternya, Jumat (13/11/2020). Mengetahui ketegasan TNI-Polri, membuat ciut nyali Haikal dkk.
Persatuan Alumni (PA) 212 tetap menggelar acara reuni 212 pada hari ini, Rabu 2 Desember 2020. Namun tidak seperti reuni sebelumnya, reuni 212 kali ini dikonsep dengan dialog nasional dan dilakukan secara daring. Bukan tanpa alasan, konsep tersebut dilakukan karena acara reuni 212 yang akan dilakukan di Monas Jakarta tidak mendapat izin dari pemerintah provinsi DKI Jakarta, demikian penjelasan Slamet, sebagai Ketua PA 212.
Penciutan nyali Haikal dkk ini menurut warganet dianggap sudah sepatutnya, mengingat kesiapan aparat TNI-Polri menggelar pasukan. Jika PA 212 nekad pasti akan konyol. Hal lain yang membuat tidak mungkin terselenggaranya reuni 212 karena kondisi Rizieq sendiri yang masih lemah (diduga terpapar virus). Posisi dan status Rizieq kini menjadi pertaruhan keberlangsungan kelompok-kelompok gaduh tersebut.
Rizieq yang sekadar pion tengah mengalami dilema besar antara berbicara atau diam? Jika diam itu artinya dia harus siap ditahan. Namun jika memilih berbicara, maka akan terbongkar semua agenda tersembunyi mereka selama ini terutama terkait siapa Big Bohirnya. Mungkin saja sudah diketahui aparat, hanya belum ada pengakuan ataupun kesaksian dari orang yang kredibel seperti Rizieq. Bila itu terjadi tentu alarm buat penjahat negara kelas kakap. (Awib)
 
Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto
Saturday, December 5, 2020 - 13:00
Kategori Rubrik: