Rizieq Bukan Siapa-Siapa Di Saudi

Ilustrasi

Oleh : Fadly Abu Zayyan

Dari berbagai pembelaan dan sanggahan yang dilakukan oleh MRS terkait rentetan insiden atas dirinya yang berujung berurusan dengan Otoritas Keamanan Saudi, dapat disimpulkan bahwa:

-MRS bukanlah figur yang "istimewa" bagi Negara Saudi. Melalui perlakuan tahanan rumah, hingga pemeriksaan oleh aparat Saudi terkait pemasangan bendera terlarang. Padahal beliau adalah Imam Besar. Ingat.., Imam Besar! Bukan sekedar Imam Rumah Tangga!

-Bendera tersebut adalah bendera terlarang karena identik dan sering disalah gunakan oleh organisasi teroris. Padahal di Indonesia oleh sebagian orang dianggap sebagai Bendera Rasulullah. Apa Saudi gak paham sih? Atau minta didemo berjilid-jilid?!

-Otoritas keamanan Saudi merasa terancam dengan adanya bendera tersebut. Padahal Kerajaan Saudi adalah Negara yang menerapkan Syariat Islam. Bisa dikatakan, organisasi-organisasi yang menggunakan bendera sebagaimana dimaksud, justru berpotensi "memangsa" saudaranya sendiri. Dan memang belum pernah sejarahnya, organisasi yang bersangkutan beroperasi di negara-negara "kafir" seperti Amerika, Inggris dan Israel. Oh ya, Kantor Qiyadah HTI kan ada di London? Mana mungkin mereka menyerang tuannya sendiri? Ah! Mungkin saya yang lupa..

-Pihak MRS menuduh ini adalah pekerjaan Intelijen Indonesia. Apakah ini bisa dikatakan bahwa kemampuan intelijen Indonesia mengalami kemunduran yang drastis? Dan bisanya hanya "mainan" bendera saja? Beda dengan jaman Orde Baru dulu yang bisa-bisa langsung pulang tinggal nama. Piye? Isih ngeri Jaman Soeharto toh?

-Adapun motif yang mendasari berbagai kejadian yang menimpanya, menurut MRS adalah karena sakit hati atas kemenangan Pilkada DKI 2017 atas Cagub hasil Ijtima' Ulama. Mungkin dalam penilaian MRS, prestasi dari Gubernur terpilih begitu membanggakan dan jauh melampaui Gubernur sebelumnya (Contoh: Prestasi Gardu listrik, Pasar Ikan Cupang dsb). Ditambah lagi elektabilitas Capres 2019 hasil Ijtima' Ulama terus melejit pasca kasus Hoax Sarumpaet dan Tampang Boyolali. Inilah yang bisa jadi membuat rezim berkuasa menjadi iri hati. Apa rezim ini gak ingat dengan pesan kata-kata Aa?: "Jagalah hati, jangan kau kotori..

-Dan yang terakhir, intinya ini adalah Salawi alias salah Jokowi. Titik! Gak pake koma!

*FAZ*
#Satire

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

 

Thursday, November 8, 2018 - 21:15
Kategori Rubrik: