Riset KompasProperti Buktikan Program Rumah Anies Sulit Terwujud

REDAKSIINDONESIA-Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Anies Baswedan kembali memaparkan program uang muka atau down payment (DP) 0 persen atau 0 rupiah.

Dalam debat di acara Mata Najwa di Metro TV, Senin 27 Maret 2017 malam, Anies menegaskan program tersebut tidak membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membayar seluruh pembelian rumah oleh masyarakat, melainkan hanya DP-nya saja.

“Kalau harga rumah Rp 350 juta maka masyarakat DKI Jakarta harus bayar DP Rp 52 juta dan itu yang mau kami hilangkan, kami ringankan,” kata Anies.

Menurut Kompas.com, Selasa 28 Maret 2017, hingga saat ini, Program DP Rumah 0 Persen masih dianggap tidak mungkin dapat dilaksanakan di Jakarta.

Selain harga lahan sudah semakin tinggi yang mengakibatkan harga rumah kian selangit, juga memberatkan APBD DKI Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta mesti menggelontorkan dana tak kurang dari Rp 67,6 triliun guna membayar DP Rp 52 juta untuk 1,3 juta rumah tangga yang belum memiliki rumah.

Dus, fakta bahwa di Jakarta saat ini sudah tidak didapatkan rumah formal dengan harga di bawah Rp 350 juta. Rumah formal yang dimaksud adalah rumah tapak (di atas tanah) pertama atau primary home.

Riset KompasProperti melaporkan, rumah dengan harga di bawah Rp 350 juta berada di kawasan penyangga Jakarta, seperti Bogor, Tangerang, dan Bekasi.

Lantas, bagaimana halnya dengan apartemen? Apakah masih ada yang dijual dengan harga kurang dari atau setara Rp 350 juta di Jakarta?

Berdasarkan data KompasProperti, jumlah apartemen dengan harga Rp 350 juta atau di bawahnya bisa dihitung menggunakan jari. Cuma ada 6 apartemen di Jakarta yang harganya Rp 350 juta.

Mereka adalah PIK 2 Tokyo Riverside, di Jakarta Utara, LRT City Ciracas, Jakarta Timur, Sentra Timur Residence di Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, Prajawangsa Residence di Cijantung, Jakarta Timur, East 8 Cibubur, Jakarta Timur, dan Jakarta Living Star di Cibubur, Jakarta Timur.

Sementara apartemen dengan harga Rp 350 juta ke bawah kondisinya masih seperti yang terjadi pada sektor rumah tapak.

Proyek apartemen dengan harga seperti itu masih banyak berada di wilayah penyangga ibu kota seperti Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang, dan Tangerang Selatan.

Simulasi

Untuk dapat membeli apartemen-apartemen seharga Rp 350 juta, calon konsumen harus berpendapatan lebih dari Rp 7,5 juta per bulan atau minimal Rp 9 juta per bulan.

Porsi 30 persen di antaranya dialokasikan untuk membayar cicilan per bulan, dengan besaran tergantung tenor kredit pemilikan apartemen (KPA).

Aturan baru ini membuat pembayaran DP untuk landed house atau rumah tapak pertama dengan luas lebih dari 70 meter persegi menjadi sebesar 15 persen dari harga rumah dan 20 persen untuk rumah kedua serta 25 persen untuk rumah ketiga.

Dari simulasi KPA BTN yang dilakukan KompasProperti, dengan penghasilan sebesar itu, calon konsumen dibebani biaya cicilan per bulan sekitar Rp 3,03 juta untuk tenor 15 tahun.

Angka itu didapat dari hitung-hitungan harga apartemen Rp 350 juta dengan plafon pinjaman yang disetujui Rp 297,5 juta.

Sesuai aturan Bank Indonesia (BI), konsumen diharuskan membayar DP 15 persen dari harga apartemen atau sekitar Rp 52, 5 juta. DP ini akan ditalangi Pemprov DKI Jakarta jika Anies kelak menjabat gubernur.

Ada pun suku bunga yang ditetapkan sekitar 8,75 persen untuk satu tahun pertama, dan 13 persen setelahnya.

Bagaimana dengan mereka yang berpenghasilan maksimal Rp 7 juta?

Dengan simulasi serupa, didapatkan hasil bahwa kalangan ini hanya bisa mengakses apartemen seharga di bawah Rp 300 juta.

Rinciannya begini, dari harga apartemen Rp 300 juta, plafon pinjaman yang disetujui sekitar Rp 255 juta dengan DP 15 persen atau Rp 45 juta. Cicilan yang harus dibayarkan setiap bulan adalah Rp 2,579 juta.

Tak berbeda dengan rumah tapak, apartemen dengan harga di bawah Rp 300 juta berada di wilayah pinggiran Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Dengan kata lain, program Anies jauh panggang dari api. Alias sama sekali sulit diwujudkan. **

Sumber : jakartaasoy

Wednesday, March 29, 2017 - 10:30
Kategori Rubrik: