RIP Sigi

Ilustrasi

Oleh : Aldira Maharani

Sebelumnya saya mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk para korban kebiadaban teroris di Sigi, Palu. Dan saya mengutuk keras kejahatan yang dilakukan oleh mereka yang tidak berprikemanusiaan.

Sampai kapan peristiwa seperti ini akan terjadi di Republik ini dan terus jadi tontonan generasi muda masa depan Indonesia?

Pak Jokowi, mohon segera mengambil sikap dan langkah tegas. Jangan kasih ruang gerak sedikitpun dan jangan kasih ampun bagi pelaku teroris, orang intoleran yang selalu membuat resah, menginjak-injak dan mengoyak-ngoyak tenun kebinekaan.

Sejatinya pelaku teroris dan orang intoleran adalah mereka penjahat kemanusiaan dan orang-orang yang bermasalah dengan hidupnya. Mereka punya masalah dengan keluarga termasuk bermasalah dengan dirinya sendiri.

Mereka itu pengidap bipolar, depresi, dan yang jelas mentalnya rusak. Mereka bukan orang beragama, mereka orang gila. Agama hanya digunakan untuk mengesahkan tindakan gilanya.

Hidup penuh dengan tekanan batin, akal sehat sudah mati, lalu datanglah orang radikal yang mencuci otak mereka dengan membawa ajaran teror, teologi horor dan doktrin eror.

Padahal sudah jelas dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa membunuh orang tidak akan mendapat ampunan, apalagi membunuh nyawa manusia. Menyiksa binatang pun dilarang, apalagi melukai dan membunuh sesama manusia.

Jika ibadahmu tidak mampu membuatmu bahagia, jika ibadahmu tetap menuntunmu pada perbuatan keji, biadab dan terkutuk berarti ada yang salah dengan ibadahmu, berarti yang kau sembah bukan Tuhan, tapi setan. Sebab manusia yang dekat dengan penciptanya, cenderung hidup lebih tenang dan penuh dengan pengendalian diri dan mengasihi sesama ciptaan Tuhan.

Siapapun dalangnya, apapun agendanya, pelaku teroris tidak pernah berpikir apa untung ruginya perbuatan keji yang mereka lakukan. Mereka hanya punya satu misi yaitu menciptakan teror dan ketakutan!

Teroris itu tidak beragama. Sebab Islam tidak mengajarkan paham radikal, kekerasan dan membunuh. Ketahuilah bahwa Islam tidak mengajarkan dendam. Jangan takut dan jangan khawatir. Kami rakyat Indonesia yang cinta NKRI dan menghormati perbedaan tidak akan membalas teror kalian.

Indonesia adalah rumah kita bersama yang harus kita jaga. Jangan sampai para pelaku kejahatan kemanusiaan, seperti teroris dan kaum intoleran merusak dan menghancurkan tatanan bangsa yang sudah susah payah dibangun dan diperjuangkan oleh para pendiri bangsa.

Sumber : Status Facebook Aldira Maharani

Sunday, November 29, 2020 - 10:45
Kategori Rubrik: