Ridwan Kamil dan Pilkada Jabar

Oleh : Erizeli Jely Bandaro

Beberapa tahun lalu di Hong Kong, teman saya bilang bahwa ada walikota Bandung yang baru saja terpilih yang kebetulan sedang berada di Hong Kong. Teman saya ini alumni ITB yang lebih dulu mengenal walikota itu. Dia memanggil nama walkota itu Kang Emil. Saya mengundang Emil makan malam di restoran kawasan Kowloon. Hadir dalam makan malam itu 3 direktur saya di Hong Kong dan tiga sahabat Emil. Kesan pertama saya terhadap Emil adalah dia pribadi yang menyenangkan. Teman bicara yang enak. Tutur katanya benar benar sunda. Halus dan santun. Cara dia menyampaikan pendapat sangat terpelajar. Wawasannya membuat dia bisa memahami sikap orang lain. Bahasa inggeris nya sangat sempurna. Saya bersyukur bahwa orang Bandung mendapatkan walikota sehebat ini. Setelah pertemuan itu , walau jarang berkomunikasi namun bila ada kesempatan bertemu, Emil selalu luangkan waktu untuk saya

Dari penampilan Emil . tak nampak kesan dia salah satu generasi first class negeri ini. Penampilannya sederhana ( menurut ukuran hong kong). Dalam usia muda , berkarir secara professional dengan reputasi international. Emil termasuk arsitek terbaik yang ada didunia sekarang. Karya nya juga di pakai oleh CHina seperti proyek Suzhou Financial District. Berkat dukungan dari Gerindra atau atas inistiatif dari Prabowo, Emil mencalonkan diri sebagai Walikota Bandung. Tapi keberhasilan Emil sebagai walikota lebih karena backbound PKS. Mesin partai PKS bekerja efektif menggalang akar rumput untuk memenangkan Emil. Namun dalam perjalananya, Emil keluar dari bayang bayang Gerindra. Sepertinya Emil meniru jejak Ahok. Dan kini menuju Pilgub 2018, Emil mencalonkan diri sebagai Cagub Jawa Barat. Walau sampai kini belum ada partai pengusung namun NASDEM sudah lebih dulu memberikan dukungan kepada Emil. Yang lain masih wait and see.

2018 masih jauh, partai pengusung belum ada. Tapi gerakan merusak citra Emil sudah di mulai. Sebagaimana cara cara menjatuhkan Ahok, juga di pakai untuk menjatuhkan Emil. Fitnah melalui Blackcampaign. Bahwa Emil itu Islam liberal. Pengikut aliran Syiah. Dan bahkan kehidupan pribadi dan rumah tanggannya juga jadi sasaran fitnah. Bagaimanapun Email terlahir dari keluarga NU dan kakeknya adalah Kiai NU. Tapi bukan soal itu, yang jelas kedepan, Emil harus berhadapan dengan lawan yang akan menggunakan cara cara kampanye seperti mereka menjatuhkan Ahok. Kalau Ahok , isue non muslim menistakan agama, dan Emil entah apalagi. Yang pasti apapun issue itu, syiah akan dijadikan pemanis untuk mengundang semut kaum radikal mengganyang emil lewat aksi demo berjilid jilid...

Semoga bayangan buruk tidak terjadi dan kita akan mendapatkan PILKADA yang sejuk , sebagai ajang kompetisi kapabilitas calon, bukan karena agama atau suku...

Sumber : facebook Erizeli Jely Bandaro

Wednesday, May 17, 2017 - 11:00
Kategori Rubrik: