Ridwan Kamil atau Ahok?

Oleh: Nurul Indra

 

Buat saya, nggak jauh berbeda dengan kondisi ketika harus memilih Jokowi, Prabowo, atau golput. Meski saya bukan warga jakarta, namun saya berhak menyampaikan pendapat saya bukan?

Dulu, yang berteman facebook atau yang sudah pernah berinteraksi di facebook dengan saya pada jaman pilpres, tentu sudah tahu kalau saya golput. Saya memang selalu golput. Saya tidak menginginkan Prabowo menjadi presiden saya karena pengetahuan saya yang sudah saya yakini sejak bertahun-tahun lamanya.

Jokowi, waktu itu saya masih ragu. Sehingga saya golput, meski pada akhirnya setelah Jokowi terpilih saya mendukung Jokowi. Demi menjaga agar Jokowi tidak dikudeta oleh orang-orang yang rakus dengan kekuasaan.

Bagaimana dengan pilihan Ridwan atau Ahok? Saya percaya keduanya sama baiknya. RK atau kang emil, saya percaya baik dan mampu. Ahok juga demikian. Yang penting bukan Yusril, Sandiaga Uno, apalagi Dani.

Lalu bagaimana jika Ahok dan RK sama-sama maju ke DKI? Itu hak RK, silahkan saja. Saya percaya RK bisa memutuskan dengan bijak. Meski saya lebih setuju kalau RK mengurus Jawa Barat saja, karena Ahok masih bisa mengurus Jakarta.

Jika RK jadi maju, selama masa kampanye dan pemilihan saya memilih ada di pihak Ahok. Kenapa? Karena RK tidak butuh pengawalan yang ketat.

Bayangkan saja, Ahok itu identik dengan Jokowi. Siapa yang tidak kenal dengan hatersnya Ahok dan Jokowi? Mereka punya berbagai dalil pembenaran untuk melakukan serangan-serangan fitnah dan hasutan untuk Ahok. Ahok butuh didampingi, meski Ahok kuat dan warga Jakarta juga sudah cukup ceredas untuk mengkonsumsi informasi.

RK tidak butuh pengawalan sedemikian rupa. Pendukung Ahok berbeda dengan haters Ahok dan Jokowi. Pendukung Ahok tidak main hasut, tidak main fitnah. Mau tahu kenapa pendukung Ahok tidak pencitraan dengan penampilan agamis? Dengan ayat-ayat, dengan menunjuk orang lain kafir dan semacamnya?

Karena pendukung Ahok sudah percaya diri, yakin dirinya orang baik, dan tidak ingin orang lain mempercayai informasinya hanya karena simbol religiusnya: kopi past ayat dan hadist, bahasa arab, hardikan kafir sesat dan semacamnya. Kami ingin orang lain setuju dengan pendapat kami karena logika dan kejujuran kami.

Meskipun demikian, Jika memang akhirnya kelak RK yang menang, saya juga akan tetap dukung RK. Mengawal RK sampai akhir masa jabatannya.

Percayalah, jika kelak RK menang, itu akan semakin menelanjangi siapa sebetulnya haters Jokowi dan haters Ahok.

Ya sudah, gitu saja sih.

 

(Sumber: Facebook Nurul Indra)

Sunday, February 28, 2016 - 21:15
Kategori Rubrik: