Ribut-Ribut Zakat ASN

Ilustrasi

Oleh : Semar Bodronoyo

Para petani, setiap habis panen, selagi sdh mencapai hitungan satu nishab, selalu mengeluarkan zakat 5 atau 10 persen.

Dan saudara2 kita yg menjadi aparat sipil negara (ASN/ PNS), kabarnya mulai meributkan wacana Kemenag yg akan menarik 2,5 persen zakat mal dari gaji mereka.

Saking ributnya, bahkan ada yg teriak siap "menghukum" Jokowi di 2019, jika wacana tsb benar2 direalisasikan.

Ketahuan nih.. yg ribut kayaknya gak pernah ngeluarin zakat mal..hehe.. Itu wajib lho pak bro..

Meski sebagian besar dari ASN sdh lulus sertifikasi, yg artinya mereka memperoleh dua kali lipat dari gaji pokok, ternyata blm cukup memenuhi "kebutuhan" biaya hidup.

Ada yg bilang begini: Sertifikasi rupanya tdk berbanding lurus dg peningkatan mutu. Tapi sertifikasi justru pararel dg peningkatan jumlah angka kredit mobil di dealer..

Jadi, ASN adalah msk kaum gharimin, hehe..

Berapa besar sih belanja jasa yg dikeluarkan oleh pemerintah? Saya tdk tahu persis. Tapi sekedar gambaran, di tingkat daerah, ada Pemda yg biaya belanja jasa mencapai 70 persen.

Itu artinya apa? Jika APBD perbulan sebesar 1 milyar, mk 700 juta itu teralokasu utk belanja jasa membayar abdi negara.

Terus rakyat kebagian berapa? Semua yg terkait kebutuhan masyarakat, penanganan bencana, bantuan sosial, pertanian, infrastruktur, dst, hanya mendapatkan jatah 300 juta perbulan.

Ngeri-ngeri sedap bukan..?!

Nah, kalau sdh begitu, ASN itu mustahiq atau muzakki?

Cuma nanya..

Sumber : Status Facebook Semar Bodronoyo

Friday, February 9, 2018 - 14:30
Kategori Rubrik: