Ribut-Ribut Mahar Pilkada

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Selain Jokowi-Ahok, paling hanya JK, Nurdin Abdullah, Risma, kang Emil dan mas Ganjar yang namanya layak jual untuk mengadakan penggalangan dana

7 nama di atas (sayangnya memang masih sdikit), membangun kredibilitas dan gabungan strategi branding dan kampanye media sosial

Termasuk hasil pekerjaannya sebagai kepala daerah atau menteri (Jokowi-JK dan Ahok).

Selain nama2 itu?

Ya siap-siap saja ditanya oleh parpol, 
"Punya duit berapa?" 

**

Pas Jokowi maju ke pilkada Solo 2005, tentu uang pribadinya keluar juga. Beliau beruntung, saat itu angkanya mungkin hanya 100jt. Plus Solo "hanya" seluas 80 km2 

Contoh yang wajar, gubernur baru Jakarta yang mengeluarkan 500jt untuk pilgub kemaren. Tapi wakilnya mengeluarkan sekitar 72 M (edit 106 M) 

Ya sekitar segitu lah biaya kampanye di pilgub Jakarta. Ahok kan berhasil mengumpulkan 62 M dari penggalangan dana

Atau contoh walikota Semarang, mas Hendi yang ngaku ngeluarin duit 2 M dari kocek pribadinya, belum wakil beliau, di pilwalkot Semarang 2015 

Mas Budiman Sudjatmiko saja, untuk periode keduanya sebagai aleg DPR Dapil Cilacap-Banyumas, mengaku di Mata Najwa (CMIIW), keluar duit kurang lebih 400jt. Padahal namanya sudah sangat tenar dan berjasa untuk warga Ngapak selatan itu

**

Ini coretan kedua ttg biaya politik, setelah ocehan La Nyalla kemaren sore 

Saya hanya berdoa kawan2 baik sesama remaja 30an tahun, juga para senior yang kredibilitasnya bagus tidak patah semangat. Insya Allah ini jalan demokrasi yang kita pilih

Semoga Tuhan memberkati sumpah dan janji kita

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Friday, January 12, 2018 - 14:00
Kategori Rubrik: