Ribut Miras, Kayak Barang Baru Aja

ilustrasi
Oleh : Hadlysyah Putra
Produk budaya salah satunya adalah kuliner. Orang2 tradisional memproduksi minuman khasnya yg mengandung alkohol untuk keperluan menghibur diri dan menikmati hidup. Juga sekali2 minuman dan makanan yg menyenangkan itu dikonsumsi saat ritual. Mereka tahu batasnya, dan mereka tahu akibat dan dampaknya jika konsumsi berlebihan.
Nyatanya Peradaban Nusantara selama ini baik2 saja. Belum ada ceritanya peradaban suku bangsa kita punah gara2 konsumsi miras. Masyarakat tradisional tahu membatasi diri mengonsumsi itu dan tahu kapan waktu dan tempat yg tepat mengonsumsinya. Para pamong adat dan negara/kerajaan2 Nusantara juga punya aturan untuk menertibkan masyarakat dalam hal konsumsi minuman.
Kita ini Bangsa yg punya budaya dan peradaban tinggi sejak dulu, jauh sebelum agama2 impor masuk, Kita sudah tahu cara mengendalikan apa yg bermanfaat dan apa yg merusak. Jangan gunakan ukuran agama dan budaya impor secara sepihak menilai kemampuan masyarakat tradisional dan lokal mengendalikan konsumsi minuman khas kita.
Jangan samakan kegagalan Bangsa Arab mengontrol syahwat saat terpengaruh miras dengan kemampuan Bangsa Nusantara mengendalikan miras. Ndak perlu juga segala sesuatu diukur pake hukum agama impor utk mengatur segala urusan masyarakat Indonesia yg beragam dan punya kearifan lokalnya sendiri.
Pemerintah dan aparat penegak hukum juga sudah punya UU pengendalian miras dan tahu batasnya. Jadi gak perlu semua urusan diukur pake referensi agama impor yg tak menghargai kearifan budaya lokal.
Sumber : Status facebook Hadlysyah Putra
Wednesday, March 3, 2021 - 09:30
Kategori Rubrik: