Ribka Tolak Vaksin?

ilustrasi
Oleh : Budi Santosa Purwokartiko
Temanku mantan dirjen bilang, di hadapan DPR nggak ada orang pinter. Mau menteri, dirjen, dirut BUMN, ketua lembaga, profesor, doktor, di depan DPR bisa dimaki-maki, dilecehkan seperti orang blo'on. Anggota DPR yang baru bangun tidur bisa bicara seenaknya atas draft UU atau policy kementerian. Anggota DPR yang baru terima draft beberapa menit sebelumnya, bisa ngomong seenaknya atas suatu rencana policy yang sudah berminggu atau berbulan digodok di kementerian.
Yang terbaru pak Budi Gunadi Menkes dikomentari secara kurang pantas oleh bu Ribka Tjiptaning. Seakan pemerintah itu bodoh, nggak punya itungan, nggak punya analisa. Apalagi menyangkut vaksin covid yang berkaitan dengan nasib mati hidup banyak orang. Kalau bu Ning nggak setuju, boleh saja dia menolak. Tapi dia wakil rakyat, mewakili jutaan orang yang butuh keluar dari bencana pandemi. Dia bukan seorang nenek yang sedang ngomong pada anak cucunya. Untuk penyakit lain seperti polio atau kaki gajah yang tidak mudah menular , bolehlah dia egois. Tapi untuk covid mestinya sedikit tenggang rasa dan tepa slira. Hargai susah payah pemerintah yang ingin menyelamatkan rakyat. Hargai pak menkes yang santun dan juga briliyan itu.
Ketika bu Ning menulis buku Aku Bangga Jadi Anak PKI, saya salut dengan keberaniannya menunjukkan jati diri yang dengan susah payah berjuang untuk jadi dokter, melawan rintangan dan cemooh masyarakat. Tapi kali ini tidak.
Entah Anda sedang mewakili partai atau diri sendiri. Kalau mewakili partai,sangat disayangkan. Partai utama pendukung pemerintah justru tidak jelas sikapnya atas suatu langkah sulit yang harus diambil pemerintah. Saya siap divaksin demi diri saya, masyarakat, bangsa dan kemanusiaan.
Sumber : Status Facebook Budi Santoso Purwokartiko
Friday, January 15, 2021 - 10:45
Kategori Rubrik: