Ribka Boleh Saja Tolak Vaksin Tapi.....

ilustrasi
Oleh : Andi Salim
Program Vaksinasi yang digalang pemerintah adalah pemberian vaksin yang khusus diberikan dalam rangka meningkatkan kekebalan tubuh seseorang yang imun terhadap suatu penyakit. Sehingga bila suatu saat terpapar oleh suatu penyakit, tidak akan menjadi sumber penularan ke orang lain.
Tujuan utama vaksinasi Covid-19 adalah mengurangi transmisi/penularannya, serta sekaligus menurunkan angka mereka yang berpotensi terpapar dan kematian karena tertular dari situasi pandemi Covid-19 tersebut. Guna mencapai sasaran itu, upaya meningkatkan kekebalan masyarakat harus digalang baik secara individu atau kelompok di masyarakat agar melindungi masyarakat luas dari arus pandemi yang saat ini hampir menjangkiti diseluruh wilayah NKRI.
Cara kerja vaksin akan membuat tubuh kita mengenal virus/bakteri yang akan masuk ke dalam tubuh kita, sehingga bila terpapar virus tersebut, tubuh kita tidak menjadi sakit hanya sekedar sakit ringan. Dimana cakupan imunisasi yang tinggi ini akan membentuk herd imunity, sehingga tubuh kita sudah memiliki anti virus sebagai penangkalnya.
CNN Indonesia tertanggal 14 Januari 2021 memberitakan bahwa, Anggota DPR Komisi IX dari PDIP Ribka Tjiptaning mengaku ditegur oleh fraksinya lantaran menolak vaksin virus corona (Covid-19). Namun, menurutnya teguran itu merupakan konsekuensi yang harus diterimanya demi memperjuangkan keamanan rakyat.
Pengamat Politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menilai, sikap penolakan vaksinasi yang diutarakan oleh Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP, Ribka Tjiptaning cukup mengagetkan. Pasalnya, kata dia, selama ini yang menolak untuk divaksin kerap dinilai berasal dari pihak-pihak yang berseberangan dengan pemerintah.
Ia juga menilai, sikap Ribka tersebut seolah mementahkan semua sosialisasi vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pihak pemerintah. Ribka, kata dia, seolah ingin menyatakan ketidakpercayaan terhadap vaksin Covid-19. Lalu beliau berpandangan bahwa, penolakan Ribka yang gencar dimuat di media itu akan dapat menumbuhkan sekaligus peneguhan bagi masyarakat yang dari awal ragu dan menolak untuk divaksin.
Seiring melonjaknya jumlah kasus Covid-19 di Indonesia, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk menolak pelacakan kontak. Hal itu ditegaskan oleh Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal (Letjen) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Doni Monardo. Selanjutnya Doni mengatakan bahwa penanganan kesehatan merupakan sebuah kerja kemanusiaan. Oleh karenanya, lanjut Doni, tenaga kesehatan hendak memastikan gejala sakit dikenali lebih awal dan demikian juga dengan riwayat kontak pasien.
Jika demikian, tentu kita memahami bahwa jika masih terdapat ada oknum yang tidak melakukan vaksin ini, bukankah yang bersangkutan malah berpotensi menjadi penular bagi yang lainnya, sehingga justru membahayakan keadaan umum yang berakibat gagalnya program ini, oleh karena satu sisi kita memberantasnya, namun disisi lain ada pihak yang sengaja menularkannya.
Karuan saja kita menyaksikan jika ada sosok yang mengkritik pemerintah dan mencari popularitas secara terpisah dari hal yang semestinya malah menjadi basis pendukung dari kebijakan ini. Ribka Tjiptaning memang sosok senior PDIP yang sangat disegani ketika melontarkan pandangan atau pendapatnya yang sering tajam, namun acap kali justru mengarah dan tajam kepada kubu sendiri.
Semoga hal semacam ini bukan lagi menjadi tontonan masyarakat pada mentahnya pemikiran internalisasi dan sikap koalisi yang harus mempertahankan komitmen bahwa segalanya menjadi satu pandangan dan satu tujuan diatas meja perundingan demi bulatnya suara kemakmuran masyarakat yang ingin dicapai secara luas. Sehingga tidak ada lagi upaya untuk menonjolkan diri sendiri, kecuali keberhasilan dari kerjasama yang berarti kerja bersama.
Sumber : Status Facebook Andi Salim
Friday, January 15, 2021 - 11:30
Kategori Rubrik: