Ribetnya Memakai APD

ilustrasi

Oleh : R Maryono Sj

Semoga Teman-teman Semua Sehat

Tadi pagi saya memberi Sakramen Minyak Suci kepada seorang bapak yang ada di ruang Isolasi Corona di sebuah Rumah Sakit.
Saya minta keluarga kontak dengan petugas di RS dan menanyakan protokol untuk masuk ke ruang isolasi. Untunglah antara Gereja dan RS ada MoU untuk pelayanan. Saya diperbolehkan masuk mengikuti protokol RS. Saya diantar seorang perawat. Selain menunjukkan jalur yang dilalui, ia membantu memakaikan APD. Nah, ini yang tidak enak. Ternyata tidak mudah memakai APD dan tidak nyaman.

Dokter juga menjelaskan bahwa mereka bertugas dengan resiko tertular. Apakah Rama bersedia, tanya dokter kepada saya. Oke bu Dokter, saya siap dan mulailah perjalanan masuk ke ruang isolasi. Pasien adalah pensiunan pegawai gereja tetapi dia tidak mengenal saya seluruh tubuh saya tertutup APD.
Upacara pengurapan berjalan tidak lebih dari limat menit. Setelah selesai, saya keluar dari kamar isolasi Aduuuh...sepatu kaku bukan main. Saya jalan seperti robot. Saya kembali menjalani prosedur keluar kamar dan prosedur melepas APD. Dengan dibantu perawat, baju dan perlengkapan APD terlepas. Aah...segar.

"Rama mandi dulu", perintah ibu perawat.
Ini sabun.
Ini shampoo.
Lengkap banget walaupun akhirnya saya ketahui yang diberikan oleh perawat bukan shampoo melainkan kondisioner. Tidak mumpluk di kepala. Prosedur selesai. Saya diijinkan keluar ruang isolasi. Uuuh...hampir satu jam waktu untuk menepati protokol untuk upacara yang tidak lebih dari limat menit.

"Rama, kami harus memakainya selama empat jam, kata ibu perawat. Betapa repotnya.
Maka para sedulur....jagalah kesehatan. Kalian harus menahan diri untuk kumpul-kumpul berdesak-desakan. Kalau sakit, banyak orang repot. Banyak orang harus menempuh resiko ketularan. Ternyata ketika upacara pengurapan berlangsung, Ibuu perawat yang mengantar sempat memfoto saya.

Sumber :  Status Facebook R Maryono SJ

Saturday, May 23, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: