RG Itu Filosof Palsu

Ilustrasi

Oleh : Khoiron Mustafit

Kita ini adalah orang-orang yang mudah terpengaruh dengan titel atau level pendidikan. Pokoke kalau doktor mesti pintere. Kalo filosof mesti jadug. Diberondong istilah-istilah asing oleh Rocky Gerung, kita langsung percaya bahwa dia filosof hebat. Mana ada kata fiction itu berbeda dengan fictitious secara makna? Yang satu kata benda dan yang satu kata sifat. Tak ada yang berbeda pada dasarnya. Jika yang satu bermakna fabrication, maka yang lain bermakna having been fabricated.

Tak akan ada bedanya. Lalu ada yang bilang, oh berbeda fiksi menurut khalayak dengan fiksi menurut filosof. Mana ada begitu. Nih kukasih link dimana filosof membahas fiksi (lihat https://plato.stanford.edu/entries/fiction/) baca deh tuh ampek lu puas.

Tak ada bedanya. Memangnya filosof itu cara berpikirnya beda dengan akademisi? Sama saja. Mereka memakai dasar-dasar ilmu logika yang sama. Gila apa. Lalu jika beda, para filosof berpikirnya untuk siapa jika demikian? Untuk langit? Tidak, mereka menyusun ilmu logika agar dapat dipakai oleh manusia, bukan makhluk awang2.

Lalu bahasanya berbeda dengan khalayak, gitu, sehingga dia boleh mengubah makna kata yang telah disepakati? Tidak ada itu begitu. Filosof tetap memakai bahasa yang disepakati, bray. Mana ada filosof mempermasalahkan jokowi bicara apa kepada petani, dimana pada moment yang mirip, Soekarno berbicara kepada petani yang menghasilkan marhaenisme. Ini dia sudah tertimpa fāqidu al-syai' lā yu'thīhi, dan ini pelanggaran terhadap hukum dasar filosof. Kenapa tidak dia cari tau apa yang dibicarakan Jokowi daripada menyinyirinya? That's not a philosopher should do. Terus terang, saya kalau lihat RG jadi ingat vicky.

Sumber : Status Facebook Khoiron Mustafit

Tuesday, April 17, 2018 - 14:00
Kategori Rubrik: