Revolusi, Tamat

Oleh: De Fatah
 

Masihkah anda yakin mereka akan memilih jalan damai setelah melihat track record aksi mereka sebelum dan setelah kasus penistaan ?

Pasca aksi 212 disetiap kunjungannya ke daerah daerah dalam rangka konsolidasi, Abib RS selalu menawarkan REVOLUSI kepada domba dombanya, mereka saling bersahutan meneriakan REVOLUSI jika Ahok bebas, sesekali menyanyikan lagu hymne bunuh Ahok, mereka pikir kekuatan mereka sudah mumpuni untuk mengambil alih negara ini, selama ini tuntutan hukum atas kasus Ahok hanya sandiwara saja, jika ujung ujung nya tidak percaya pada penegakan hukum

Begini Wan aBib,..saya kasih bocorannya, negara ini sudah kenyang akan gerakan seperti sampean bahkan yang lebih ekstrem dari sampean sudah ada dan sudah ditumpas dari DI TII, PRRI, G 30 S dan yang paling anyar GAM aceh, semua berakhir bunuh bunuhan dan Pancasila pemenangnya

Jika pemerintah bernafsu hanya butuh 24 jam menghancurkan sampean, tapi pemerintah kita sekarang ini dipimpin oleh orang sabar dan waras, kecintaannya terhadap anak bangsa lebih didahulukan dari nafsunya meloroti celana kalian, apalagi sampean berlindung dalam ormas keagamaan, jadi agak sedikit emoh nempelengnya, kesannya seperti begal yang lagi malakin anak anak pulang dari mengaji

Tapi walaupun begitu jangan tantangin terus orang sabar, karena kesabaran menurut orang waras adalah jika anda berkali kali dimaki dan akan membalasnya maka perlu kesabaran dalam membalasnya agar pembalasan itu tidak melampaui batas

Untuk para pemujanya ketahuilah Indonesia masih baik-baik saja. Semua dalam situasi terkendali. Negara ini milik kita bersama, kita jaga bersama, kita nikmati bersama. Tidak ada Cina yang hendak menjajah. Tidak ada Kristen yang mau menguasai. Semua orang hidup sesuai posisi dan fungsi mereka masing-masing.

Tidak usah sok-sok mau Revolusi, ngga ada revolusi yang damai. Revolusi = Perang, dan perang cuma keren di layar bioskop. Kenyataan perang itu sangat menyakitkan. Perang tidak memilih korban, semua bisa jadi korban, yang menang maupun yang kalah sama-sama korban. Karena itu jangan bangga mengobarkan semangat perang.

Ingat Bib,..tindakan menghasut itu bisa ditindak secara hukum. Jangan sok takbir takbir mau perang di saat ceramah saja, tapi mengkeret bijinya dan terkencing-kencing nyungsep seperti mat dono dan cs nya, saat polisi menangkap kalian dengan tuduhan menghasut

Kalau mau berpendapat ya berpendapat saja. Jangan menghasut orang untuk melakukan tindak kekerasan

Dalam disertasinya di Universitas Malaya Abib Brizik menyatakan di zaman Orla Pancasila dijadikan alat untuk ideologi marxisme, komunisme dan sosialisme, di zaman Orba Pancasila digunakan untuk mengagungkan kehidupan nenek moyang terutama Jawa Kuno. Saat reformasi pancasila digunakan sebagai tameng liberalis pluralis

Padahal itu hanya alasan Bibib doang, Intinya selama ada Pancasila syari'at Islam sulit ditegakkan titik, ngga usah bokis bokis segala

Saran saya, sebelum terlambat kembalilah mencintai umi pertiwi, mari hidup bersama. Jika tertarik akan politik maka bikinlah partai dan berperanglah di jalur konstitusi bukan dengan membakar rumah bersama kita ini yaitu Indonesia.

 

(Sumber: Status Facebook De Fatah)

Friday, January 6, 2017 - 19:30
Kategori Rubrik: