Revolusi Mental Presiden Jokowi

Oleh : Mahesa Jenar

Dalam status ini kita akan membahas mengenai Revolusi Mental yang dicanangkan dari Bapak Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya kita mengingat kembali tiga Sasaran Revolusi Mental Jokowi, yang akan diterapkan ke semua birokrasi dalam pemerintahannya, dan sekalian akan diperinci mengenai hal yang telah dilaksanakan atas revolusi mental tersebut.

#Pertama
Sasaran Yang pertama,
Merubah mindset cara berpikir dan cara pandang. Era birokrasi priyai sudah selesai, kita masuk ke dalam era birokrat yang melayani rakyat.

Pelaksanaannya :

Masyarakat telah mengetahui dengan sangat jelas bahwa Bapak Presiden Joko Widodo beserta kabinet kerjanya telah melayani masyarakat dengan turun langsung ke lapangan untuk berusaha memberi pelayanan yang cepat. Mereka (Presiden dan para menteri) sering terlihat aktivitas mereka di tengah tengah masyarakat.

#Kedua
Sasaran Yang kedua adalah struktur.
Struktur organisasi dalam amanat bapak Presiden harus ramping, efisien, tidak boleh gemuk, dan tidak boleh ada organisasi-organisasi dalam pemerintahan yang menduplikasi fungsi. Kalau ada duplikasi fungsi, maka harus segera digabungkan. Karena tidak mungkin merampingkan struktur sekaligus menghilangkannya, tetapi dengan perampingan struktur tata kelola akan lebih sehat.

Pelaksanaannya :

Salah satu contoh kecil yaitu Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah menghapus aturan perpanjangan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan mempermudah proses perpanjangan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengumumkan bahwa jajarannya telah menghapus sejumlah 32 peraturan terkait minyak, gas bumi, mineral dan batubara (minerba), SKK Migas serta energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE).
Penghapusan aturan tersebut dikatakan sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Harapannya, dengan aturan yang lebih sederhana, maka proses investasi jadi lebih mudah sekaligus memancing minat para investor di masing-masing sektor terkait.

Laju investasi dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia diprediksi lebih cepat. Kementerian Dalam Negeri telah membatalkan sebanyak 3.143 peraturan daerah dan peraturan kepala daerah yang selama ini menghambat dua hal itu. Contoh peraturan yang dihapus ialah aturan soal syarat izin membuka usaha. Pengusaha yang hendak membuka suatu usaha, misalnya, tidak memerlukan berbagai izin seperti dulu. Cukup satu izin saja. Contoh lain peraturan yang dihapus ialah peraturan penarikan retribusi penggantian biaya cetak dokumen administrasi kepada masyarakat. Peraturan ini berisi payung hukum pemerintah daerah menarik biaya untuk pembuatan KTP, akta kelahiran, akta kematian, akta pernikahan, dan sejenisnya.
Secara umum, peraturan yang dibatalkan itu adalah peraturan yang dianggap menghambat pertumbuhan ekonomi dan memperpanjang jalur birokrasi, menghambat proses perizinan dan investasi, serta menghambat kemudahan berusaha.

#Ketiga
Sasaran ketiga adalah kultur dan budaya.
Budaya kerja yang lebih disiplin, bertanggung jawab, mengedepankan kebersamaan dan gotong royong.

Pelaksanaannya :

Hal ini berhubungan erat sekali dengan infrastruktur pembangunan yang dilaksanakan oleh Bapak Jokowi. Dengan kedisiplinan dan rasa tanggung jawab beliau telah menyelesaikan beberapa proyek pembangunan yang telah tertunda di era pemerintahan sebelumnya dan beliau telah banyak meresmikan berbagai infrastuktur dari Sabang sampai dengan Merauke. Dengan bercermin tidak menganakemaskan suatu daerah tertentu dalam pembangunan yang ada itu sangat mencerminkan suatu kebersamaan dan gotong royong untuk mencapai suatu tujuan Satu Harga di Ibu Pertiwi yang kita cintai ini.

#Catatan :

Banyak rakyat bahkan anak-anak muda di masa pemerintahan Pak Jokowi jadi mempunyai ideologi politik yang jelas. Dahulu, kebanyakan rakyat dan anak muda tidak begitu peduli dengan urusan politik, dan hanya berada di zona nyaman saja karena menurut mereka, urusan politik terlalu rumit dan negatif untuk mereka.

Sosok Pak Jokowi bukan hanya seorang Presiden yaitu kepala negara dan pemerintahan negara Indonesia saja, tetapi Pak Jokowi adalah sosok pengajar sejati. Beliau dengan gaya khasnya yang kalem dan sabar dalam menghadapi masalah-masalah yang terjadi di Indonesia, membuat kita semua bisa belajar secara jelas tentang kepemerintahan Pak Jokowi yang mengutamakan kerja bukan pencitraan saja.

Pembawaan dan kerja nyata Pak Jokowi membuat kita semua yakin tidak ada yang bisa memimpin rakyat Indonesia sebaik beliau. Beliau baru memimpin kurang lebih 3 tahun, tetapi hasil kerja nyata beliau bisa disaksikan seluruh rakyat Indonesia.

Saya dulu hanya seorang rakyat biasa yang tidak terlalu memperhatikan kinerja suatu pemerintahan, bagi saya dulu hanya memikirkan kehidupan keluarga saja, namun setelah melihat ketulusan Bapak Jokowi membangun negeri maka keadaan tersebutlah yang membuat saya sadar bahwa kita harus lebih memikirkan kepentingan Bangsa Indonesia dalam skala nasional. Secara tidak langsung Bapak Jokowi telah merubah mental saya untuk lebih memikirkan hal positif bagi bangsa Indonesia.

Inilah status dari saya seorang rakyat biasa Bangsa Indonesia. Apabila ada kesalahan dalam menulis saya memohon maaf yang sebesar besarnya atas keterbatas pengetahuan diri saya.

Salam Tiga Jari Dua Periode.
Kita selalu bersama Presiden Joko Widodo

Sumber :facebook Mahesa Jenar

Monday, June 11, 2018 - 09:45
Kategori Rubrik: