Reuni 212, Gerakan Politik Kekuasaan

Ilustrasi

Oleh : Guntur Wahyu N

Klaim yang terus-menerus disampaikan kepada publik bahwa reuni 212 adalah murni gerakan dakwah keagamaan telah terpatahkan secara menyakinkan dan hancur berkeping-keping. Secara vulgar dan tidak malu-malu lagi panggung reuni tersebut memberikan karpet merah buat Prabowo & Anies. Dengan nada retoris, Anies mengklaim keberhasilan program kerjanya. Sedangkan Prabowo meskipun dalam pidato singkatnya mengatakan tidak boleh kampanye, namun kesempatan yang diberikan penyelenggara reuni kepadanya menegaskan bahwa reuni ini adalah kegiatan politik berbau kampanye yang berbalut agama.

Tidak bisa dipungkiri bahwa tokoh-tokoh yang terlibat dan mendukung kegiatan ini adalah tokoh-tokoh politik "partai allah" ataupun yang mendukung ganti presiden atau Prabowo menjadi Presiden. Dan sangat patut diduga adanya peran besar, keterlibatan serta mobilisasi massa organisasi terlarang yang bercita-cita mendirikan negara khilafah dan mengganti Pancasila.

Bawaslu hendaknya proaktif melakukan penyelidikan adanya politik uang yang digelontorkan oleh kubu capres yang sangat diuntungkan dengan adanya kegiatan politik berbau kampanye yang berbalut agama ini. Sementara PPATK bisa melacak lalu lintas aliran dana, penyandang dana dan penerima aliran dana untuk kegiatan tersebut.

Di atas itu semua Reuni 212 merupakan pendidikan politik yang buruk sebab memanipulasi dan memperalat agama maupun umat beragama untuk pemuas syahwat ekonomi-politik segelintir orang yang haus kekuasaan. Jauh dari nilai-nilai agama yang selama ini digembar-gemborkan.

Sumber : Status Facebook Guntur Wahyu N

Tuesday, December 4, 2018 - 10:15
Kategori Rubrik: