Respon Pada Ayat - Auto Politik

ilustrasi

Oleh : Alim

-medsos experiment-

Selain memang untuk sharing, ternyata dari sebuah postingan bisa kita lihat repon netizen dan dengan demikan, dalam skala tertentu, bisa kita ambil pelajaran bagaimana pola/tren berpikirnya.

Ada yang menarik. Saya sebelum ini posting sebuah foto potongan ayat tanpa caption di grup-grup FB, dan di wall saya dengan caption "self-reminder". Ayat tersebut adalah Al-Humazah ayat 1:
وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ
"Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela".
Benar-benar tanpa caption.

Bagaimana respon netizen? 
Ada yang berterima kasih karena sudah diingatkan, ada yang setuju, ada yang mengaitkan dengan gejala hate speech di medsos yang menyedihkan, dan yanb tak saya duga sebelumnya cukup banyak yang berkomentar dengan kutipan ayat 1 surah al muthoffifin:
وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِيْنَۙ
Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)! 

Saya duga, komen tersebut itu terkait dan dimaksudkan tentang kecurangan dalam pemilu kita. Saya buka satu2 akun yang komen tersebut, ternyata memang cukup sering posting tentang kecurangan pemilu.

Interpretasi saya atas komen tersebut -terkait dengan pola/tren berpikir netizen- adalah orang sangat mudah mengaitkan postingan agama dengan politik. Postingan saya soal ayat peringatan kepada perilaku mengumpat dan mencela disambut dengan cara mengaitkannya dengan politik. Padahal postingan tsb hanya ayat tanpa caption dan pembahasannya pun sangat umum yaitu peringatan soal cela dan makian.

Saya tahu, interpretasi saya akan dijawab lagi, kan komen saya juga tanpa caption? Hehe. Ya interpretasi saya tersebut berdasar pada konteks suasana dan perilaku peng-komen yang cukup intensif menyuarakan soal kecurangan pemilu. Sementara konteks postingan saya sesungguhnya amat umum, terkait perilaku netizen, tak musti politik.

Postingan ini tidak menyoal netizen mengkritik soal kecurangan pemilu. Itu sepenuhnya hak berdemokrasi, dan sayapun setuju bahwa setiap kecurangan pemilu harus ditindak tegas sesuai hukum.
Ini cuma menyoroti betapa mudahnya netizen mengaitkan sebuah postingan agama dengan politik. Ini mengafirmasi kesimpulan saya sebelumnya bahwa masyarakat masih banyak yang sulit memisahkan pembahasan agama, filsafat, budaya dsb dengan politik.. --apa-apa dikaitkan politik. Tuman

Sumber : Status Facebook Alim

Tuesday, April 23, 2019 - 13:45
Kategori Rubrik: