Represifkah Polisi Kita?

ilustrasi

Oleh : Eddy Sinang Trenggono

Apakah negara kita sudah jadi negara represif seperti di Korea Utara? Terlalu berlebihan bila ada yang berpendapat atau menuduh seperti itu.

Coba bandingkan saja dengan negara Arab Saudi, Thailand., Brunei. Meremehkan atau bersikap tidak sopan terhadap "Photo Raja" saja. Kita bisa dihukum berat dan urusannya panjang .Apalagi mencaci maki Raja dan keluarganya di medsos.
Sedangkan di Indonesia, setiap hari ada saja yang menghina atau mencaci Presiden Jokowi di. Medsos. Bahkan beberapa orang merendahkan dan mengejek dipanggung panggung ceramah dan media TV.

Sampai saat ini mereka masih hidup.
Di jaman rejim Mbah Harto , orang orang seperti itu tidak dihukum. Untuk apa dihukum? Kalau orangnya sudah "hilang " atau "lenyap".
Ada yang mengatakan Polisi kita sangat keras menindas. Betulkah itu? Di jaman Orde Baru mungkin iya. Setelah masa reformasi semakin baik dan semakin menghormati HAM.

Malah saat ini HAM Polisi sering terinjak injak. Sering kita lihat Emak emak yg jelas jelas sudah salah tapi malah yang memaki maki Polisi., ada yang mencakar dan memukul. Si Polisi yang sering terlihat sabar.
Saat demo juga demikian.Para polisi dengan
sabar berlindung dibalik tameng . Para demonstran /perusuh dengan bebas mencaci maki, menendang , melempari dengan batu dan bom molotov. ( halloooo Komnas HAM where R U).

2-3 Bulan lalu di Amerika Serikat terjadi kerusuhan massal di banyak kota. Bandingkan sikap para Polisi Amerika dinegara Liberal dengan Polisi Indonesia yang dituduh represif. Lebih brutal polisi mana?
Bukankah kita sering melihat di film film untuk urusan pelanggaran lalulintas saja, pengemudi mobil harus tidur tengkurap diaspal dan tangannya diborgol. Itu SOP polisi di Amerika negara yang ngaku Mbahnya HAM.

Pernahkah kita melihat pelanggar Lalin di Indonesia diperlakukan seperti itu?? Yang ada malah si Polisi disemprot dgn galak oleh si pelanggar. ( kalau si pelanggar merasa punya backing).
SOP Polisi diseluruh dunia untuk menghadapi kerusuhan massal relatif sama. Tanggung jawab mereka juga sama. Melindungi keselamatan masyarakat banyak.

Bagaimana standard perlakuan terhadap tertuduh dalang atau otak dari kerusuhan masal tanggal 8 Oktober 2020.
Ada yang protes perlakuan Polisi terhadap 8 orang tertuduh otak kerusuhan yang katanya terlalu merendahkan.
Atas dasar apa. mereka harus diistimewakan? Dakwaan terhadap. mereka memang berat lebih berat dari pemakai satu linting ganja atau pelaku tawuran SMA.

Sebelum men cap Polisi / Aparat Indonesia bertindak represif, silahkan cek " Toko sebelah ".
Silahkan bandingkan dengan negara Vietnam, Arab Saudi, Turki, negara negara Amerika Latin atau Amerika Serikat dan Eropa Barat sekalipun.
Polisi diIndonesia memang masih punya kelemahan , tapi sudah profesional menangani kerusuhan ,demo dan terorisme.

Hai para pelaku /dalang anarkisme
bersyukurlah kalian masih tinggal di Indonesia.

( catatan : Penulis bukan anak polisi, tidak punya saudara polisi, bukan mantu polisi bahkan tidak punya tetangga dan sahabat Polisi)

Sumber : Status Facebook Eddy Sinang Trenggono

Friday, October 23, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: