Renungkanlah, Pak SBY...

Oleh: Nophie Kurniawati

Maaf Pak Susilo Bambang Yudhoyono , selama 10 tahun bapak menjabat, meskipun saya tidak memilih, tapi saya tidak pernah melakukan black campaign, membully apalagi memfitnah Bapak. Kadang-kadang mengkritik tapi sewajarnya saja. Meski banyak kebijakan yang tidak mengenakkan dan kurang nya kebijakan yang bermanfaat. Saya tetap menghormati bapak sebagai kepala negara.

Tapi sekarang, setelah Presiden RI ganti dan bapak tidak menjabat, kok malah Bapak jadi cerewet dan usil. Suka membanding2kan dengan diri sendiri. Lama-lama tingkah Bapak ini nyebelin tahu gak?. Kaya mantan yang gak bisa move on. Seperti orang kena post power syndrome. 

Kalau 10 tahun di pemerintahan Bapak itu sudah sukses, maka saat ini seluruh rakyat Indonesia mungkin sudah aman damai sentausa bahagia dan sejahtera. 

Kalau 10 tahun masa Bapak berkuasa itu hebat maka saat ini mungkin Indonesia sudah sama sekali tidak perlu import sapi, import beras, impor garam, impor bawang dll. 

Kalau 10 tahun pemerintahan Bapak itu pembangunan sukses, maka saat ini Pak Jokowi sudah tidak perlu repot2 bangun infrastruktur di Jakarta, di Jawa, di Sumatra, di Sulawesi, di Kalimantan sampai di Papua.

Kalau 10 tahun masa kepemimpinan Bapak itu jujur dan bersih, maka tidak akan ada menteri Bapak yang masuk bui, bahkan lebih dari satu.

Kalau 10 tahun masa pemerintahan Bapak itu tegas, maka semua terpidana mati narkoba sudah di eksekusi semua, bukan malah di berikan grasi.Ilegal fishing sudah tidak ada, mafia minyak, mafia sapi, mafia pangan sampai mafia bola sudah tidak ada. Masa memberantas ilegal fishing aja menunggu ibu-ibu yang lulusan SMP tapi bertangan besi dan punya kapabilitas. 

Kalau 10 tahun masa pemerintahan Bapak itu bersih dan transparan, maka tidak akan ada itu kasus century dan hambalang, sampai melibatkan ketum parpol dan mentri. 

Kalau 10 tahun masa partai Bapak berkuasa itu hebat, maka 2014 kemaren partai Bapak tidak akan pontang-panting cari capres, sampai bikin konvensi mencari calon dari luar partai dan semua mentok. 

Kalau 10 tahun kepemimpinan Bapak itu keren, mustinya sudah bisa bikin 10 album dan 400 lagu, bukan cuma 5 album dan 40 lagu ( yang bagian ini asli gak penting).

Mbok ya itu di renungkan Pak. Lalu sebagai mantan Presiden bersikaplah arif, contoh itu Pak Habibie. Kalau niatnya tulus ingin bantu membangun bangsa dan negara, berikan masukan yang real, yang konkrit langsung kepada Presiden, bukan curhat2 di sosmed. Sudahlah Pak, era Bapak sudah selesai. Bapak sudah diberi waktu 10 tahun, sudah maksimal. Mungkin ada kelebihan, tapi juga buanyak kekurangan. Tidak perlu membandingkan diri dengan masa Pak Jokowi yang baru 1.5 tahun. 

Bapak juga tidak suka khan kalau pemerintah sekarang membanding-bandingkan dan mengungkit-ungkit kejelekan masa pemerintahkan Bapak? Tapi Bapak juga baper suka ungkit-ungkit sendiri "jasa" Bapak. Piye jal?

Nah untuk para Petani, Pak Kades, dll yang saat ini punya keluhan, usulan, masukan, saran, mbo ya coba di salurkan lewat jalur yang benar ke pemerintahan yang sedang berjalan, kalau perlu di demo, supaya bisa di tampung dan di tindak lanjuti. Masa curhat sama mantan, yang sudah tidak bisa membuat kebijakan apa2?. Itu khan hanya akan menjadi alat untuk menyerang pihak lain. Sementara dia kalau di serang dari kekurangan masa lalunya, ngambek. Piye jal ? 

 
PS: Tulisan di atas untuk menanggapi artikel:
http://news.detik.com/berita/3164692/sby-di-era-saya-para-menteri-kompak

(Sumber: Facebook Nophie Kurniawati)

Wednesday, March 16, 2016 - 18:45
Kategori Rubrik: