Renungan Menjelang Hari Lahir Pancasila

ilustrasi

Oleh : Buyung Kaneka Waluya

Augustus C. Long..., mantan CEO Texaco...; adalah pemimpin ekspansi internasional perusahaan pada tahun 1950an dan 60an.

Ia..., Lulusan Akademi Angkatan Laut yang tangguh.

Ia bergabung dengan Texaco pada tahun 1930..., sebagai pengawas SPBU di Florida.

Ia bekerja untuk perusahaan selama 41 tahun..., 12 tahun di antaranya sebagai CEO dalam dua tugas terpisah..., dan menjadi direktur sampai tahun 1977.

Long..., yang dikenal sebagai Gus...; berusaha menemukan dan mengembangkan sumber minyak di Amerika Utara dan tempat lain di Belahan Barat..., untuk mengurangi ketergantungan pada Timur Tengah.

Untuk itu..., dia mengawasi pembelian operasi produksi minyak Texaco di Trinidad.., Venezuela..., dan Kanada.

Long punya visi membangun yang hebat..., dan mampu melakukan ekspasi cepat setelah perang dunia kedua .

Ia memimpin perusahaan dengan tangan besi..., dan pekerja keras.

Ia juga dikenal sebagai pelobi hebat di kalangan politisi..., dan punya network international.

Karenanya..., beralasan ketika dia meminta agar semua CEO TNC juga aktif mendekati Politisi dengan agenda kebebasan individu. '

"Sebagai pengusaha Amerika...., tidak cukup bagi kita untuk pergi ke luar negeri hanya untuk menjual barang dagangan atau memanfaatkan sumber daya alam, '' katanya suatu waktu.

Dan karenanya..., tak berlebihan bila ia punya jaringan international di negara yang kaya SDA...; dan menjalin hubungan khusus dengan pemimpin lokal yang punya prospek di masa depan.

Lewat koneksinya dengan CIA..., dia terlibat secara tidak langsung membiyai terjadinya perubahan politik negara yang kaya minyak..., seperti...: Venezuela..., Columbia..., Timur Tengah..., dan termasuk Indonesia.

Karena kehebatan lobi international di kalangan elite politik..., termasuk di AS sendiri...; maka jasanya juga dimanfaatkan oleh teman-teman bisnisnya..., yang ingin mendapatkan konsesi SDA di negara lain.

Tahun 1961..., Soekarno di undang oleh JF Kennedy ke Washington.

Ketika itu diperkenalkan kepada Soekarno..., seseorang bernama Agustus Long.

Pada saat itu..., Long sebagai mediator atas perjanjian kerjasama Freeport Sulphur dengan East Borneo Company..., yang ditandatangani pada 1 Februari 1960..., untuk mengeksplorasi tembaga dan emas di Irian.

Namun upayanya kandas meyakinkan Soekarno..., bahkan Soekarno semakin mesra dengan Kennedy..., yang pada 15 Agustus 1962 AS mampu memaksa Belanda menandatangani Perjanjian New York..., yang memuat "Act of Free Choice" (Pernyataan Bebas Memilih).

Bukan itu saja..., JFK juga berjanji akan memberikan bantuan dana pembangunan terhadap Indonesia lewat koridor IMF.

Agustus Long tak pernah lelah meloby Soekarno..., namun dia juga mulai memperluas jaringan koneksinya di Indonesia..., khususnya para perwira muda yang mendapat dukungan dari kekuatan Parpol Islam.

Sampai akhirnya JFK tewas dalam peristiwa pembunuhan..., dan setelah itu Soekarno pun jatuh.

Dua tahun setelah Peristiwa G30 S PKI dan kekuasaan Soekarno secara defacto dilucuti..., tahun 1967 Kontrak Karya (KK) Freeport ditandatangani pemerintah Indonesia.

Itu dikenal dengan KK Generasi pertama dengan hak konsesi 20 tahun..., kemudian diperpanjang lagi dengan KK Generasi kedua tahun 1991..., yang akan berakir 2021.

Di era Jokowi..., Freeport tidak bisa lagi memaksakan diri agar Indonesia tunduk dengan KK..., tapi Freeport harus tunduk dengan UU Minerba.

Apakah Freeport akan menyerah begitu saja...?

Tentu tidak....; issue PKI kembali di copy paste dengan berusaha menggandeng kekuatan Islam dan TNI.

Syaiful Mujani Research Consulting (SMRC)..., lewat surveinya mengungkap..., bahwa opini kebangkitan PKI tidak terjadi secara alamiah.

Siapa yang memobilisasi...?

Yang memobilisasi itu...,
mendambakan kemenangan mudah seperti menjatuhkan Soekarno...; terulang lagi di era Jokowi ini.

Namun..., keadaan sekarang sudah berbeda.

TNI sesuai UU..., sudah masuk barak dan tidak lagi bisa berpolitik seperti era Soekarno.

Kekuatan kanan dan kiri sudah di eliminasi dengan adanya Panca Sila.

Jadi by sistem..., konspirasi politik untuk menjatuhkan kekuasaan seperti era Soekarno tidak akan pernah terjadi lagi di Indonesia.

Tapi kadang orang suka onani politik..., ketika tak mampu menjangkau kaki langit.

Rahayu

Sumber : Status Facebook Buyung Kaneka Waluya

Monday, June 1, 2020 - 11:15
Kategori Rubrik: