Renungan Buat Guru Honorer yang Gagal Jadi PNS

Oleh : Erizeli Jely Bandaro

Dulu, kata teman saya di Cina , ketika reformasi Ekonomi Deng yang paling banyak korban rasionalisasi PNS dan honorer Pemerintah adalah guru. Lebih separuh guru di berhentikan karena alasan mereka gagal ikut test kompetensi. Setelah itu, yang lolos test , gajinya di tingkatkan dan program pembinaan guru di tingkatkan agar guru punya kemampuan baik mencetak kader terbaik untuk masa depan.

Makanya jangan kaget bila guru TK gajinya lebih besar dari guru SMU karena semakin rendah tingkat sekolah harus semakin berkualitas gurunya. Maklum mendidik bukan hanya butuh keluasan ilmu tapi juga kesabaran dan kekuatan moral mengarahkan , bukan hanya murid yang pintar tapi juga murid yang kurang pintar agar semua potensi murid punya nilai bagi masa depannya.

Ketika ekonomi dan sarana umum di bangun secara gencar , pengembangan sumber daya manusia juga di rancang dan dilaksanakan sedemikian rupa agar proses pembangunan dapat berkesinambungan. Anehnya di kita ketika guru honorer gagal test , tetap dibela ketika demo. Padahal keberadaan mereka akibat kesalahan masa lalu dengan mindset membayar orang , bukan bayar kerjaan orang. Akibatnya orang disuruh kerja untuk dibayar ala kadarnya, dengan hasil juga apa adanya.

Kepada guru honorer yang gagal jadi PNS , sebaiknya terimalah kenyataan bahwa berdasarkan test Anda tidak qualified. Rezeki dibentangkan Allah begitu luasnya di bumi ini. Beranilah meliat keluar dan bijaklah meliat kedalam, bahwa masih banyak bidang pekerjaan lain yang sesuai dengan potensi anda...tak elok berkeluh kesah kepada Pemerintah. Nasip Anda ditentukan oleh Anda sendiri.

Wednesday, February 17, 2016 - 08:30
Kategori Rubrik: