Renungan atas Misi Gagal Mahasiswa UNS Saat Mendemo Presiden Jokowi di Lustrum XIII

Oleh: Eko Kepik

Peristiwa ini awalnya saya pikir bagian dari acara Lustrum 8 UNS saat melihat sekelompok mahasiswa berseragam almamater UNS seolah seperti melepas kepergian Presiden Jokowi yang baru selesai memberikan kuliah umum di auditorium UNS, Jumat (11/3/2016). Saat Presiden RI tersebut meninggalkan halaman Rektorat, sekelompok mahasiswa berjas almamater biru muda legendaris tersebut berteriak-teriak dan berorasi menutupi jalan di ujung jembatan sisi barat depan halaman rektorat UNS. Mereka saling bergandengan tangan untuk memperkuat barisan. Aroma ketidakpuasan menyeruak di tengah-tengah teriakan mereka. Kicauan berbau emosional mewarnai aksi mereka.

Setelah rombongan Presiden yang baru saja mempunyai cucu tersebut lewat, tidak lama kemudian mereka berangsek bergerak maju sambil membentuk barikade lingkaran dan akhirnya "menduduki" dan memblok jalan pertigaan depan halaman rektorat. Sementara itu dengan susah payah petugas keamanan berusaha membuka akses jalan agar tetap bisa dilewati kendaraan yang akan lewat.

Detik berikutnya seseorang yang mungkin menjadi pemimpin aksi tersebut yang memegang corong speaker berteriak-teriak dengan lantang sambil berusaha naik ke atas bangunan berbentuk pohon besar yang ditebang yang letaknya lumayan tinggi, dan setelah berada diatas pemimpin pemberani tersebut, kalo tidak mau dikatakan nekat, berorasi menggebu-gebu. Para demonstran dengan bersemangat meneriakkan yel-yel sambil beberapa diantaranya mengibar-ngibarkan bendera. Beberapa poster mewarnai aksi ini dan spanduk pun tidak lupa dibentangkan. 

Salah seorang dosen yang menyaksikan demo mencoba memanggil sang orator dan mau mengingatkan untuk tidak berorasi diatas karena berisiko jatuh. Akan tetapi beberapa kali panggilan dosen tersebut tidak digubris sama sekali dan terus saja berorasi. Dalam orasinya, mereka memprotes aparat keamanan yang mengambil paksa surat yang akan mereka berikan kepada Presiden Jokowi. Mereka menganggap aparat telah bertindak represif dan menganggap terlalu berlebihan ketika mengawal Presiden dengan membawa senjata lengkap ketika berada di kampus. Mereka beranggapan aparat yang bersenjatakan lengkap tersebut bertujuan untuk mengantisipasi aksi demo mereka. Mereka mengatakan bahwa aksi mereka merupakan aksi damai.

Sambil berkata lantang sang orator beberapa kali justru menantang siapa berani mengambil surat yang mestinya diberikan kepada Presiden, surat yang akan segera dibacakannya tersebut, yang menurutnya surat serupa sebelumnya telah diambil paksa aparat ketika surat tersebut mau diberikan ke Presiden asal Solo itu. Tantangan bernada keras dan agak menyeramkan tersebut tidak ada yang meladeni. 

Setelah selesai membacakan isi surat yang berisi tuntutan, beberapa lama kemudian gerimispun turun. Sang Orator turun 'panggung" setelah selesai berorasi. Orasi kemudian digantikan oleh rekan lainnya yang berada di tengah-tengah barikade. Dia pun mulai berorasi. Dengan suaranya yang serak, sang orator pengganti berusaha tetap berteriak-teriak meskipun suaranya sudah mau habis. Beberapa saat kemudian, gerimis semakin bertambah. Orator pun tidak lama kemudian mengakhiri kalimatnya. Akhirnya acarapun bubar. Selang beberapa lama, beberapa dosen, karyawan, mahasiswa, petugas keamanan dan wartawan yang ikut menyaksikan jalannya demo tersebut juga ikut bubar.

Demikian
Eko Kepik Melaporkan

Berikut ini adalah renungan Kecil dibalik peristiwa di atas:

Beberapa dosen yang menyaksikan mungkin bergumam dalam hati...mungkin lo ya...mungkin juga tidak...atau hanya saya saja yang berimajinasi...kira-kira mungkin seperti ini ungkapan dalam hati beberapa dosen tersebut atau sekali lagi mungkin hanya saya saja yang berimajinasi: 

"Selamat berjuang demi bangsa dan negara, Nak...semoga semua tuntutanmu dikabulkan oleh Allah SWT...semoga kecerdasan kalian selalu melebihi smartphone...selalu diupgrade dan semakin tambah cerdas agar bisa mengubah negara ini..."

"Jangan lupa, Nak...negara tidak dibangun dengan berbekal corong speaker dan teriak-teriak sampai serak...jangan mudah emosi kalau keinginannya tidak terpenuhi...jangan marah lantaran gagal ngasih surat ke Presiden...masih banyak cara lain...1001 jalan menuju Roma...medsos atau email juga bisa dimanfaatkan...gak punya akun medsos presiden? Gak punya nomer HP presiden?...dan jangan juga mudah menyalahkan orang yang bekerja dengan SOP nya...emosimu akan menghancurkan niat baikmu...kalo berjuang jangan mutungan...berjuang harus dengan strategi...emosi hanya akan meruntuhkan simpati...belum saatnya kalian "naik panggung"...bekalmu masih seujung kuku...selesaikan tanggungjawabmu dulu kepada Bapakke lan Simbokke kalian...masih banyak hal/peristiwa yang mungkin akan menimpamu dan mesti diselesaikan seperti: remidi...semester padat...bayar uang kos yang sudah lama expired...ngutang ibu kos untuk makan...bayar SPP...skripsi...lulus...wisuda...rebutan tukang salon wisuda...antri foto studio dadakan wisuda...golek gawean...langganan ditolak perusahaan...koleksi akeh buku psikotes lan buku lolos CPNS...yen nyambut gawe njalukke gajine dhuwur...mben tahun UMR njaluk diunggahke...tuku HP sing isoh dicicil 12-24 wulan sing bungane 0%...golek utangan usaha...golek kredit sepeda motor sing paling murah...ditolak calon mertua...calon mertua matre...mbakyune yange galak...ibu calon mertua luwih ayu soko calon bojone...lamaran...tunangan...siraman...midodareni...ijab...resepsi...mbukakkisumbangan...golek silihan dinggo DP kredit omah...nginggati bank plecit...ndaftar BPJS...mitoni...babaran...mendhem ari-ari...brokohan...puputan...sepasaran...selapanan...kekahan...tedak siten...imunisasi...nukokke susu...kentekkan popok murah nang minimarket...nyicil Tupperware...netakki anak...nyunati anak...arisan ibu-ibu Play Group...nolak dadi pengurus kumpulan ibu-ibu TK...nganggo tas, jam tangan, sepatu, asesoris liyane sing jan larang tenan, padahal KW 14...stress milih SD favorit...nego nyicil uang gedung...bakulan online...sibuk golek downline MLM...kapusan bisnis...korban onlineshop...korban penipuan SMS...antri golek rujukan BPJS...ditolak BPJS...ribat-ribut BPJS...nyetting alias ngakali arisan RT sesuai butuh...mungsuhan karo mertua...buronan mertua...tuku komputer nunggu pameran...hobi nglumpukke brosur-brosur stand pameran...bolak balik moco brosur golek rego sing paling murah, padahal sing dituku mung flashdisk 8 GB (jane kacek-e sewu rupiah...malah dadi larang amargo dinggo mbayar parkir 2 ewu + tiket masuk 4 ewu)...dodolan voucher isi ulang elektronik all operator...muni-muni amargo njagong parkir mesti larang...mlebu metu dadi karyawan marketing...stress dioyak target...stress jagone presiden kalah...sregep golek lan nyebar berita sing ujung-ujunge ternyata hoax...buronan buk-e kantin amargo kakehan bon...yen nompo gaji bak buk dinggo nutup kas bon...malah kadang minus...bola bali ndandakke printer infus...gagal nyuntik tinta printer...mumet yen diomongi mas-e servis 'cartridge nya harus diganti, mas'...opo tambah mangsuk angin yen diomongi 'Mohon maaf mbak...semua datanya di komputer tidak bisa diselamatkan'...atau...'Mohon maaf mbak...motherboard nya harus ganti..harganya setara HP nya...mending ganti HP saja mbak'...bisa juga 'Cartidge nya yang hitam dan berwarna sudah gak bisa diperbaiki lagi, mas...ini sudah 15 kali ini saya perbaiki...sudah saatnya ganti...tapi ini harganya baru naik mas...kalo pengin gak sering servis, mending ganti printer infus original dari pabriknya mas...harganya 1,7 juta tanpa scan...kalo dengan scan 2,2 juta'...Opo meneh ya?????"

"Sekolah sing bener sik yo, Le...Genduk sing paling ayu dewe...mesakke wong tuwomu sing golek dhuwit direwangi golek utangan rono rene...sirah dadi sikil, sikil dadi sirah...nganti loro wae ora dirasakke...sambat yo diampet terus...putar otak piye carane ben anakke duwe titel sarjana tapi dapur tetep kemebul...."

"Dalanmu isih duowwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwoooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo...................."

#IkiMurid-eSopoYooooo????
#SingNyawangWaeNgantiIsin
#OpoKabehKarepKuwiKuduDituruti????
#DiajariUnggahUngguhPora????
#DuweKocoPora????
#YenMadhangLawuh-eOpo????
#SingNgajari-Sopo????
#DiajariCaraneNyambutTamuPora????
#ElingWongTuwanePora????
#WeruhCaraneNgilangiEmosiPora????
#DhoSholatPora????
#YenBarSholatDonganeOpo????
#WisGadukKupingPoRung????
#Ojo-ojoRungTetak????
#WisDaftar"BPJS"durung????

"Ini sedikit pesan dari gurumu, Nak....."

"Kalian masih seumur jagung, belum seumur Haji Lulung...Kalian masih seperti bocah, belum selincah Fahri Hamzah...kalian harus move on, jangan seperti Fadli Zon..."

"Suguhi kami prestasi, tapi jangan suguhi kami emosi...Ingat selalu ini: 'sejatining diri iku ono ing lati'...."

"Bentengi hati yang dengki, dengan religi...Benahi dan bekali diri, sebelum beraksi..."

"Berjuanglah dengan cara terhormat, bukan sekedar sepucuk surat...benahi bangsa ini dengan tindakan, bukan dengan teriakan..."

"Beri negeri ini solusi, bukan somasi...beri bangsa ini pencerahan, bukan tuntutan..."

"Bikin kami bangga, tapi jangan bikin kami mengelus dada...Bikin harum nama bangsa, maka akan mudah ketemu kepala negara..."

"Jika hari ini kalian gagal, kami yakin kalian tidak merancang gagal...tapi kalian gagal merancang..."

Ingat juga quote legendaris ini....
"Anak polah, bapa kepradah....bapa polah, anak nambahhhhhhh................."

Dan akhirnya.....

Orang Bijak Taat Pajak
Sukseskan PIN Polio
Dua Anak Cukup

(Sumber: Facebook Eko Kepik)

Monday, March 14, 2016 - 19:00
Kategori Rubrik: