Remah Rengginang Yang Terbuang, Mundurnya Pengurus DPW PKS Bali Secara Serentak

Oleh : Aldie el Kaezzar

Mundur dari sebuah partai itu biasa, banyak yg melakukan itu. Namun tentu saja perpisahan tersebut sebaiknya dilalui dengan cara yg baik. Tapi tampaknya DPP PKS tidak melakukan hal tersebut.

Mudjiono, ketua DPW PKS Bali dan pengurus wilayah mendadak dihubungi hanya melalui Whatsapp untuk menghadiri pelantikan pengurus baru (jadi inget sama kasus pemprov DKI ) tanpa mengetahui alasan pusat memberhentikan secara sepihak. Tentu bukan hal yg baik apalagi sudah 18 tahun Mudjiono "mengabdi".

Dia juga menyayangkan sikap tanpa tabayun/konfirmasi atas fitnah kepada mereka. Termasuk isu tidak sependapat dengan pilihan DPP. Padahal DPP PKS sebelum tanggal 27 belum ada instruksi ke bawah sehingga selama ini akar rumput belum mengarahkan dukungan ke salah satu capres, namun ia sudah dituduh berpihak kepada Jokowi.

Secara keseluruhan, ada 4 alasan inti kenapa pada akhirnya pengurus ramai2 mundur:

1. Otoritarianisme DPP PKS dengan menabrak AD/ ART dan melakukan persekusi
2. DPP PKS antidemokrasi karena menutup dialog dan perbedaan pandangan
3. Sikap dan tindakan pimpinan PKS berbeda jauh dengan nilai-nilai Islam
4. Pembelahan pimpinan PKS sejak 2016 secara sistematis, konflik dan pemecatan membuat PKS kehilangan kekuatan

Sepintas miris juga melihat kesaksian di video ini, tak heran kalau mereka akhirnya ramai2 melepas jas kepengurusan. Kasarnya,

Kalau yang sudah 18 tahun bersama saja bisa "dibuang" semena2 seperti itu, bagimana dengan yg statusnya "cuma" sebagai rakyat biasa?

Sementara itu, di pusat, PKS dan Gerindra masih "asyik" berjibaku berebut kursi panas wagub DKI.

Sumber:
https://youtu.be/qpyEmUsZrHw
https://m.detik.com/…/ini-alasan-dpw-pks-bali-ramai-ramai-m…
https://m.republika.co.id/…/pfrhuk335-18-tahun-mengabdi-mud

Sumber : facebook Aldie el Kaezzar

Saturday, September 29, 2018 - 13:30
Kategori Rubrik: