Relawan Koq Gantikan Posisi Supen?

ilustrasi
Oleh : Agung Wibawanto
Ada relawan yang tenar dengan beberapa tulisannya di medsos, melakukan tuduhan adanya permainan bisnis kotor dalam penyediaan vaksin covid 19 di Indonesia. Dugaan ini mirip dengan apa yang disangkakan anggota dewan yang lebih milih didenda daripada harus divaksin.
Yang membedakan, relawan ini menduga vaksin tidak bisa cepat, bahkan diduga Maret baru dimulai, akibat kong-kalikong tadi. Sedang anggota DPR RI (kader partai pengusung) justru menduga ada 'cuan' jika vaksin terlalu cepat disuntikkan. Maka dia sewot karena mungkin dia belum kecipratan?
Kini vaksinasi sudah dimulai 13/1 lalu (bukan bulan Maret seperti yang dituduhkan relawan pada sebuah artikelnya di fb dan banyak dishare netizen). Tuduhan adanya permainan bisnis tidak terbukti, relawan itu malah berbalik memuji setinggi langit vaksinasi kepada Jokowi. Sedangkan Ribka masih tetap meradang (dipindah komisi).
Pertanyaannya, kenapa sejak Supen yang dulu diwakili eks FPI dan sekarang sudah dilarang keberadaannya, kini justru banyak serangan dari 'pendukung' Jokowi sendiri? Kritis dan ingin mendapat follower sebanyaknya silahkan saja, tapi menuduh tanpa bukti apalagi memojokkan pemerintah yang tengah bekerja?
Sifat itu tentu bukan semangat relawan yang tugasnya menjaga dan kawal Jokowi hingga selesai masa jabatan 2024, bukan kok menambah-nambah masalah dengan membuat opini miring. Relawan 'baru' yang akan banyak menjadi korban karena menganggap relawan itu adalah influencer popular.
Maka tidak heran begitu diidolakan, diikuti dan dipercayai. Sampai-sampai mengabaikan Jokowi sendiri (masa bisa lebih percaya influencer itu ketimbang menterinya Jokowi seperti Sri Mulyani dan Erick Thohir?). Jika dibiarkan, maka bisa memperdaya relawan lainnya. Careful n be smart.
Waktu BTP dipenjara pun terjadi perpecahan, sebagian pendukung BTP menyerang Jokowi. Juga ketika terjadi kasus intoleran di daerah-daerah. Banyak relawan menuduh Jokowi takut kepada FPI dan Rizieq. Tetapi setelah BTP bebas dan mendapat posisi Komut Pertamina, serta Rizieq ditahan dan FPI dibubarkan, semua terdiam.
"Belajar dari pengalaman, karena pengalaman adalah guru terbaik" Saya tetap percaya dan bersama orang di dalam gambar di bawah ini. (Awib)
Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto
Sunday, January 24, 2021 - 09:15
Kategori Rubrik: