Relakah Kita Disebut Anak Durhaka?

ilustrasi

Oleh : Eddy Pranajaya

Dunia manusia memang penuh dengan keanehan, seperti pepatah : "Rumput tetangga tampak lebih hijau daripada rumput di halaman rumah kita sendiri".

Indonesia adalah bangsa yang besar, yang memiliki segala keindahan yang tidak dimiliki oleh bangsa-bangsa lain. Kita punya 17 ribu pulau, 1.340 suku, dan 652 bahasa daerah, juga puluhan kepercayaan asli Nusantara.

Tapi kita justru lebih bangga menyembah Tuhan bangsa asing dan meniru budaya bangsa lain yang tidak kita kenal dengan benar.

Malaikat selalu digambarkan berhidung mancung, kulit putih, rambut berwarna emas kemerahan, memegang terompet panjang, pakaian gombor ala kain penutup mobil.

Kenapa malaikat tidak pernah digambarkan berhidung pesek, kulit sawo matang, rambut lurus atau ikal warna hitam, memegang suling bambu, berkebaya dengan keris atau mandau terselip dipinggang ???

Barangkali agar kelihatan lebih menarik, lebih cantik, lebih gagah, daripada bentuk dan rupa dirinya sendiri. Sehingga ketika orang mengidolakan para malaikat atau " Tuhan" bangsa asing itu, perasaannya mengatakan bahwa mereka lebih layak disembah daripada malaikat atau "Tuhan" yang berhidung pesek dan berkulit sawo matang.

Manusia cenderung mengidolakan yang tampak indah, cantik, gagah, bukan ??? ( makanya sinetron Korea dan Mexico / Spanyol sangat digemari di negara kita ).

Kenapa orang Indonesia ketika berdoa tidak memakai bahasa daerah Nusantara dan malah memakai bahasa bangsa asing ??? ( Apakah mungkin Tuhan yang menciptakan bahasa-bahasa bagi seluruh umat manusia itu tidak mengerti bahasa yang diciptakan-Nya sendiri ??? )

Sebenarnya siapa yang menistakan warisan leluhur bangsanya sendiri ; kita sendiri atau bangsa asing ??? ( jawab dengan jujur ).

Kalau kita sudah tahu bahwa sebenarnya kita ini telah dibodohi oleh bangsa asing dan kita telah mengerti bahwa sesungguhnya kita telah dibentuk dan dijadikan sebagai ANAK DURHAKA oleh bangsa asing untuk menjadi monster penghancur harta warisan nenek moyang kita sendiri ; tapi kita tetap mengingkari Kebenaran ini ; layakkah kita tetap mengaku sebagai Anak Bangsa yang berbakti kepada tanah air kita sendiri ???

Ingat ... tidak ada satu pun bangsa yang mampu tumbuh menjadi bangsa yang besar jika bangsa tersebut DURHAKA kepada nenek moyangnya sendiri, sehingga tidak memiliki JATI DIRI sebagai manusia yang utuh.

BANGSA BESAR adalah BANGSA YANG MEMILIKI JATI DIRI ... !!!

Rahayu ..

Sumber : Status Facebook Eddy Pranajaya

Friday, August 7, 2020 - 22:00
Kategori Rubrik: