Rekonsiliasi Halusinasi Dari Politisi Tua Yang Sudah Kedaluwarsa

ilustrasi

Oleh : Rudi S Kamri

Kasihan mana lagi yang hendak kita dustakan saat melihat politisi tua yang sok menciptakan posisi tawar sedangkan sejatinya dia sendiri tidak punya kekuatan untuk menawar apapun ?

Ini yang saya lihat dari sosok AMIEN RAIS saat kemaren dia berhalusinasi menciptakan posisi tawar kepada Presiden Jokowi sebagai syarat rekonsiliasi antara kubu sang pemenang dan kubu yang terpuruk remuk. Padahal realitasnya rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo sudah dilaksanakan dan sudah berlalu. Saya tidak tahu, mungkin kakek tua ini sedang menderita krisis 'post power syndrom' yang super akut.

Sebetulnya saya bisa mengerti rasa sakit hati yang teramat dalam yang dialami Amien Rais. Dia merasa tidak dihargai, dia merasa dilangkahi, dia dianggap bukan faktor yang layak dipertimbangkan dan dia merasa telah dipinggirkan. Bayangkan Amien Rais yang merasa dirinya guru politik Prabowo, ternyata sama sekali tidak diajak berunding apalagi dimintai persetujuan saat Prabowo hendak bertemu Jokowi pada 13 Juli lalu.

Saya membayangkan pagi itu dengan pakai sarung dan kaos lusuh, dia terkaget-kaget melihat berita TV ada pertemuan antara Jokowi dan Prabowo di Stasiun MRT Lebak Bulus. Dia tidak berani melihat adegan itu, dia hanya berani mengintip dari balik lobang gorden rumahnya sambil menggigit sandal jepit. Air matanya bercucuran deras, sesenggukan dia bergumam : "Aku ini kau anggap apa Wo ? Masak telpon aja gak mau. Malah kirim surat, ini tahun 2019 Wo sudah gak zamannya surat-suratan ....teganya kamu Wo...Wo".

Seperti itulah kurang lebih drama adzab yang terjadi di rumah Amien Rais di Jogja, judulnya : "Adzab orangtua tidak tahu diri yang suka bohong dan menistakan Tuhan yang akhirnya terpuruk remuk dilupakan teman-temannya" 
Eh sudah sama panjangnya dengan judul sinetron adzab Indosiar kah ?

Tapi bukan Mbah Amien kalau tidak segera 'move on'. Langsung dia berangkat ke Jakarta dengan cita-cita luhur harus mampu menjadi 'spotlite' dan 'news maker' lagi. Akhirnya dipilihlah topik pidato 5 program kerja prioritas dari Jokowi di SICC hari minggu lalu yang dianggap kurang UUD 1945, kurang komprehensif dan sama sekali tidak rekonsiliatif karena TIDAK mencantumkan visi dari Prabowo saat Pilpres. Saat membaca ini perut saya langsung mual. Untuk apa visi Prabowo disebut-sebut oleh Jokowi, Mbah Mien ? Dan pada saat dia minta Jokowi untuk duduk bareng membahas rekonsiliasi versi Mbah tua itu, saya langsung muntah sambil tertawa terguling-guling.

Halusinasi tingkat dewa si Amien Rais ini sudah mencapai level sangat memprihatinkan. Dia lupa siapa dia, dia lupa segala omong kosong dia, dia lupa tentang sok yakin menang bagi Prabowo dan dia lupa bahwa dia itu bukan siapa-siapa. Jangankan didengar Jokowi, di dengar orang-orang PAN saja mungkin mereka malu. Dan saya pastikan Presiden Jokowi tidak akan pernah mau duduk bareng dengan orang yang selalu memfitnah dan merendahkan beliau dengan cara yang kasar dan menghina.

Dzikir aja Mbah, daripada membuat dagelan yang mempermalukan diri sendiri.

Salam SATU Indonesia
17072019

Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri

Thursday, July 18, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: