Rekomendasi Anak Sekolah di Belanda

ilustrasi

Oleh : Agni B Sugiyamto

Berdasarkan penelitian yang mereka lakukan di dalam negeri, mereka menemukan bahwa kasus covid 19 tidak menularkan dari anak ke orang dewasa.

Berdasarkan pemantauan sepuluh anak usia < 18 tahun, tidak satupun menularkan ke 43 orang yang kontak erat dengan mereka.

Sedangkan pada pasien 221 yang berusia > 18 tahun, sebanyak 8.3 persen yang kontak erat dengan mereka menjadi sakit (usia juga diatas 18 tahun).

Penularan dari kontak erat, biasanya terjadi pada usia yang sepantaran dengan usia > 18 tahun.

Dan memang data dari "munipical public health services" (GGDs), anak usia 0 sd 17 tahun hanya mewakili 1.3 persen dari semua kasus COVID. Padahal usia ini mewakili 20.7 persen populasi total. Dan anak yang di rawat di rumah sakit hanya sekitar 0.6 persen.

Oleh karena itu, mereka membuat rekomendasi sebagai berikut:

1. Anak usia sd 12 tahun tidak harus menjaga jarak 1.5 meter dari teman dan dari guru mereka (termasuk tidak usah bermasker dan face shield kali yah, kan tidak nularin).

2. Anak usia hingga 18 tahun, tidak harus menjaga jarak 1.5 meter dari teman temannya (gak usah masker dan face shield juga donk ).

3. Pada sekolah kerja (vocational) harus menjaga jarak 1.5 meter.

4. Karena penularan bisa terjadi pada oramg dewasa, sebaiknya guru menjaga jarak 1.5 meter satu dengan lainnya.

5. Anak dengan hidung meler masih bisa sekolah, asal tidak ada gejala demam dan tidak kontak dengan pasien covid atau menunjukkan gejala batuk dan sesak nafas.

Oiya mereka sama sekali tidak menyinggung masker, hanya d minta jaga jarak untuk orang dewasa, cuci tangan dan bersin di bahu atau di tutup tisu dan tisunya di buang

Ini sesuai dengan anjuran WHO, anjuran terbaru di bulan Juli. Bahwa pada tempat umum, hanya mereka yang mempunyai gejala saluran nafas yang menggunakan masker.

Benarkan Nurul Indra

https://www.rivm.nl/…/novel-coronavir…/children-and-covid-19

Tambahan info dari Munawir Borut

Hal yang sama di temukan di Jerman dan Amerika, bahwa anak tidak menularkan ke anak dan juga anak tidak menularkan ke orang dewasa. Anak berlaku sebagai rem penularan, bukan agen penularan baik vektor maupun karier.
https://news.yahoo.com/german-study-finds-no-evidence-16470…

https://pediatrics.aappublications.org/…/…/08/peds.2020-1576

Sumber : Status Facebook Agni B Sugiyamto

Tuesday, July 28, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: