Reklamasi Dihentikan Sementara

Oleh : Denny Siregar

Warga Bali bisa bernafas lega sekarang.

Rencananya tim gabungan untuk mengatasi permasalahan reklamasi dari pusat akan mulai meneliti ulang seluruh proses reklamasi di Indonesia. Reklamasi pantai utara Jakarta adalah reklamasi yg pertama dihentikan sementara.

Dibawah kepeminpinan Menko Rizal Ramli, Kementrian Lingkungan Hidup dan Pemprov DKI akan mulai mengkaji ulang perijinan reklamasi. Dan disini Ahok boleh bernafas lega, karena jika ada tuntutan hukum dari pengembang yang sudah mengeluarkan triliunan rupiah investasinya, Ahok bisa berindung di bawah pemerintah pusat. Dalam artian, ini semua sudah menjadi tanggung jawab semua, bukan lagi hanya menjadi tanggung jawab Pemprov DKI.

Ini solusi yang ciamik yang datang dari pemerintahan Jokowi, dengan tidak membiarkan permasalahan berlarut2 dan menjadi bola panas yang dimanfaatkan secara politis untuk mereka yang punya kepentingan.

Apakah reklamasi akan dihentikan selamanya ?

Sepertinya tidak. Reklamasi akan tetap dijalankan tapi dengan syarat2 yang nanti akan dikeluarkan. Karena selama ini fokus reklamasi hanya berpatokan pada sisi ekonomi, nanti akan disinergikan dengan lingkungan hidup dan kelautan dengan dampak yang akan membawa kesejahteraan pada masyarakat.

Tidak mudah memang, karena untuk menemukan satu titik yang tepat pasti akan memakan waktu bulanan, bahkan tahunan. Belum lagi menghadapi tuntutan hukum pengembang. Sebagai catatan, Kementrian Lingkungan Hidup pernah kalah gugatannya di pengadilan pada tahun 2008.

Siapa yang rugi disini ?

Tentu para pengembang yang sudah berinvestasi sebelumnya. Mereka sudah mengeluarkan tenaga, biaya dan banyak hal, bahkan mereka sudah menjual sebagian wilayah reklamasi. Meski pengurugan, pembangunan dan penjualan itu dianggap ilegal melanggar hukum, mereka pasti tidak akan menyerah dan membawa masalah ini ke pengadilan.

Meski begitu, berkah dari masalah Jakarta akan merembet kemana2 termasuk teluk Benoa, karena nanti kegiatan reklamasi konsepnya akan distandarkan. Bisa jadi reklamasi Teluk Benoa malah dihentikan selamanya, meski harus di selidiki dulu apakah ada dampak kelautan dan lingkungan hidup yang dilanggar selain faktor ekonomi.

Karena itu ga usah ribut lagi yaaa... Kopi aja masih ngutang, ributnya duluan. Bayar dulu... Berbi udah pusing nih.. Kok masalah reklamasi berhenti ? Trus yang dibuat jualan pilkada Jakarta apa dong sekarang ? Huaaa.. Huaaa.. Masak harus jualan sara dan agama lagii ?? Kan bocenn....** (ak)

Sumber tulisan : facebook Denny Siregar

 

 

Tuesday, April 19, 2016 - 09:15
Kategori Rubrik: