Rekam Jejak

Oleh : Muhanto Hatta

*Erick Thohir* : Saya bergabung dengan Timses Pak Jokowi bukan karena rencana-rencananya, tapi lebih karena track recordnya. Ya..rencana pasti diperlukan, tapi rekam jejak jangan diabaikan. Rencana boleh dibuat oleh siapa saja, tapi rekam jejak adalah hal yang pernah dibuatnya dan melekat sebagai catatan yang tidak boleh diabaikan, karena rekam jejak adalah prestasi yang sesunguhnya.

Tulisan ini meremind bagaimana Pak Jokowi ada untuk Indonesia dan sekarang terasa begitu nyata, bagaimana kerjanya, dan apa hasilnya. Rekam jejaknya sebagai anak bantaran kali, hidup dalam kemiskinan dan serba kekurangan membuatnya menjalani hidup penuh perhitungan. Dia ditempa oleh kesulitan, dibina oleh pengalaman, disatukan oleh tujuan dan dia dilindungi oleh rahmat Tuhan.

Kerja kerasnya, karirnya, prestasinya sebagai walikota, gubernur, dan presiden yang sedang dijalaninya dengan progress kerja yang luar biasa, sampai banyak orang mengatakan tidak ada presiden seperti dia sebelumnya, saya tidak membenarkan 100% kalimat itu, tapi sebagai presiden yang mengemban amanah rakyat, Jokowi adalah sosok yang mengerti tentang tanggung jawab, bukan asal jawab dan gagap menikmati jabatan hanya sekedar bersandar, lalu tanpa sadar negaranya bubar karena kebanyakan gaya rekaman segala, lupa kalau presiden dipilih untuk melayani, bukan menikmati, menggemukkan diri. Jokowi bukan setipe makhluk ini, Jokowi punya nyali, harga diri, dan jiwa mengabdi yang tinggi

Kontestasi 2019 pasti luar biasa, suara dimana-mana, serangan diluar nalar manusia, kita dipaksa mengatakan keburukan atas sebuah kebaikan, dan sebaliknya kezholiman mereka paksakan menjadi kebaikan. Semua unsur itu menjadi catatan, dan kita tau rekam jejak para pelaku yang nyaris tanpa bisa menunjukkan kinerjanya yang sekarang, atau bekasnya yang pernah dia kerjakan.

Serunya kontestasi sekali ini adalah karena Jokowi head to head kembali dengan Prabowo sang capres abadi, 4 kali ikut kontentasi adalah record satu-satunya yang pernah ada didunia, sama seperti *Candi buaya mulutnya saja yang menganga tanpa lidah perasa*. Bualannya kemana-mana, semua gak nyambung, hanya saja dada dipaksa membusung agar dilihat cantiknya saja, tapi gak bisa apa-apa.

Meme dan joke yang disampaikan netizen kadang ada benarnya. Head to head Jokowi vs Prabowo dilihat dari rekam jejaknya satupun tidak ada alasan kita memilihnya.

1. Jkw. Dibesarkan dgn tempaan 
Prbw. Dibesarkan dgn kekayaan.
2.Jkw. Hidup dlm kesulitan. 
Prbw. Hidup berkecukupan.
3.Jkw.Tinggal di bantaran kali
Prbw. 60% tinggal diluar negeri
4.Jkw. Lahir di Indonesia. 
Prbw. Kita tdk tau dia lahir dimana
5.Pernah jd walikota 2 priode
Prbw.Pernah jadi tentara.
6.Jkw. Pernah jadi gubernur 
Prbw. Dipecat dari tentara.
7.Jkw. Jelas agamanya 
Prbw. Cuma sekedar ada.
8.Jkw. Jelas keluarganya 
Prbw. Tak usah ditanya.
9.Jkw. Skg Presiden RI. 
Prbw. Tukang nakut-nakuti.
10.Jkw. Membesarkan Indonesia
Prbw. Membubarkan Indonesia.

Rekam jejak itu jelas fakta, dan kita berpegang apa adanya bukan dipaksa percaya yang belum ada. Tidak ada alasan orang waras memilihnya, karena dia tak pantas untuk Indonesia, biarlah dia dipuja-puja kaumnya dan hatinya dibutakan oleh pujian dari orang-orang yang berkerumun disekelilingnya untuk sekedar cari makan. Tugas kita adalah menjaga Indonesia dari incaran para gali politik yang akan mencabik, kita tidak boleh hanya sekedar mengembik, kita harus berani MENGHARDIK agar kaum pemakai cadar ini tak sempat bersandar. Rona wajah yang ditutupinya terekam dalam jejaknya, walau kelihatan matanya tapi sulit kita percaya, apa benar dia bisa membuat besar Indonesia, atau malah akan membakarnya, karena sejatinya dia akan merampoknya.

KITA HARUS TERUS WASPADA AGAR PARA PERAMPOK TIDAK MEMBAKAR RUMAH KITA UTK MENGAMBIL ISINYA. MARI KITA JAGA INDONESIA DENGAN SEGALA DAYA UPAYA. JOKOWI SAJA JANGAN PERNAH BERUBAH

 

Sumber : facebook Muhanto Hatta

Wednesday, September 19, 2018 - 10:00
Kategori Rubrik: