Registrasi SIM Card dan Sense Of Anonymity

Ilustrasi

Oleh : Muhammad Jawy

Beberapa jam sesudah Masyarakat Anti Fitnah Indonesia menyelenggarakan deklarasi serentak gerakan anti hoax di 6 kota, saya dan mas Khairul Anshar diundang untuk diskusi terbatas di rumah Chief RA, panggilan akrab Pak Rudiantara Menkominfo. Beliau termasuk yang sangat apresiasi atas gerakan komunitas yang mempertemukan para concerned citizens dalam suatu langkah yang lebih teratur. Beliau pula yang secara tegas ingin melindungi eksistensi dari komunitas ini dengan cara tegas, tidak boleh ada aliran dana dari Kementerian Kominfo ke komunitas, sehingga independensi bisa lebih terjaga.

Dalam pertemuan itu, salah satu bahasan adalah mengapa sebagian masyarakat kita mudah sekali memyebar hoaks. Selain bahasan literasi yang rendah, polarisasi akibat issue politik dan SARA, juga karena kepemilikan kartu SIM yang begitu mudah dan murah, sehingga orang bisa mudah berganti-ganti tanpa ada konsekuensi. Betul, sudah ada mekanisme registrasi sejak era Pak Tif, tapi masih sangat lemah karena tidak ada verifikasi yang memadai, Nik belum terbangun, sehingga data bodong pun masuk.

Sedikit banyak hal itu menyebabkan orang merasa "aman" dalam melakukan aktivitasnya di media sosial dan per-SMS-an. Dia merasa tidak mungkin terlacak. Dia merasa postingan apapun yang ia buat tidak akan memiliki konsekuensi apa-apa. Dan juga para penipu, mulai dari sindikat mama minta pulsa, hingga penipuan berkedok hadiah atau lowongan kerja. Juga para penyebar fitnah, kebencian, hoaks.

Bahkan mereka merasa bebas menyebar tulisan bodoh, tanpa mereka akan dianggap bodoh, karena merasa tidak akan ketahuan.

Mereka keliru. Pertama di negeri yang masyarakat percaya kepada Allah SWT, mereka lupa kalau Allah SWT tidak bisa ditipu. Kedua, Polri sebenarnya sudah dilengkapi teknologi yang sudah memungkinkan mereka melakukan pelacakan yang canggih. Terbukti beberapa kasus penyebaran fitnah oleh anak muda yang tinggal di pelosok, tertangkap juga.

Karena itu, kami sangat mengapresiasi program registrasi kartu SIM yang akan di cross check dengan NIK dan No KK ini.

Penipuan, penyebaran hoaks tentu tidak akan kemudian langsung hilang. Tetapi langkah ini penting untuk mengurangi Sense of Anonymity, yaitu perasaan dia bisa bersembunyi dan bebas melakukan apapun melalui gadgetnya.

Celah tentu masih ada, yaitu menggunakan NIK dan KK orang lain. Tapi setidaknya registrasi ini bisa mempersulit ruang gerak para penyalahguna kartu SIM ini.

Bahwa ya, ada banyak hoaks yang menyertai program registrasi SIM ini, ya wajar saja. Penyebar hoaks paling risau dengan program ini. Mereka semakin terdesak. Segala cara dipakai untuk menghambat program ini. Abaikan saja kebodohan mereka.

Sumber : Status facebook Muhammad Jawy

Wednesday, November 1, 2017 - 14:45
Kategori Rubrik: