Refly Harun Tak Faham Draconan Rules?

ilustrasi

Oleh : Meilanie Buitenzorgy

Di Australia, orang boleh keluar rumah untuk beli kopi. Ini tergolong pergerakan esensial (cari makan atau bekerja). Tapi jika orang yang jajan kopi tsb lalu meminum kopinya sambil duduk-duduk di taman, dia akan kena denda $1000. Karena status pergerakannya berubah ke pergerakan non-esensial (rekreasional, ketemu teman, nongkrong dll).

Di Italia lebih ekstrim lagi. ODP yang melanggar isolasi mandiri diancam hukuman pembunuhan (maksimal 21 tahun penjara).

Di masa pandemic Covid 19 ini negara-negara sedunia memberlakukan Draconian Rules, baik itu negara2 liberal, terlebih lagi negara2 otoriter.

Draconian Rules adalah hukuman berat untuk pelanggaran ringan, biasa diberlakukan dalam situasi darurat.

Mudik termasuk pergerakan non-esensial, karena ia tak berhubungan dengan survival/kelangsungan hidup manusia. Wajar-wajar saja jika pemerintah pusat melarang mudik Ramadhan/Lebaran, yang tahun 2019 lalu melibatkan pergerakan 15 juta manusia.

Tapi bagi Refly Harun sang pakar tata negara, larangan mudik adalah pelanggaran HAM. Apa dia mau bilang juga bahwa seluruh pemerintah negara sedunia ini yang melarang pergerakan non-esensial adalah pelanggar HAM?

Sumber : Status Facebook Meilanie Buitenzorgy

Tuesday, April 28, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: