by

Real Dungu

Oleh : Eddy Masran

EMAS: Sudah berapa lama menempati rumah di Sentul ini? RGDungu: Sekitar 12-13 tahun. EMAS: Waktu beli status lahannya gimana? RGDungu: Kata yang jual tidak ada masalah sengketa atas lahan yang saya beli. EMAS: Ada sertifikat lahannya? Sudah anda crosscheck status lahan ke BPN? RGDungu: Tidak ada! Belum! Yang jual itu penggarap lahan dan pernah ada kasus pemalsuan surat tanah.

Kalau “Sertifikat Dungu” ada banyak saya cetak untuk saya berikan kepada fans saya. EMAS: Jadi anda membeli lahan tanpa sertifikat hanya percaya kata penjual tidak ada sengketa lalu nekad membangun? RGDungu: Tapi saya beli legal, ada kuitansinya.

EMAS: Eh Professor Dungu isi kepalamu isinya Es Dungdung! Orang mau beli sepeda motor saja pakai kuitansi dan BPKB baru sah, kamu beli lahan pakai kuitansi doang tanpa sertifikat kok bilang legal? RGDungu: Ya memang itu disebabkan oleh karena saya kira regim Jokowi tidak pakai otakh, ternyata sesungguhnya saya yang dungu membeli lahan di Sentul ini jaman SBY tapi selalu Jokowi yang disalahkan

.EMAS: Itu artinya anda sadar yang bahwa anda sesungguhnya yang dungu, bukan Jokowi kan? Anda juga professor palsu ngak ada kampus yang mengangkat anda jadi professor. Anda dianggap filosof cerdas hanya bagi kaum dungu yang membenci Jokowi. RGDungu: Saya bukan cuma dungu, anda tau idiot, halusinasi, sinting? Itulah saya. Yaaach semua fans saya, pengagum saya lebih DUNGU daripada saya, sel otaknya dari lahir tidak pernah berkembang.Mari Berpikir Cerdas dengan Akal Sehat

Sumber : Status Facebook Eddy Masran

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed