Rasis

Oleh: Erizeli Bandaro
Suatu waktu saya bersama istri nginep di hotel berbintang. Hotel itu masuk international hotel chain. Kami sebetulnya hanya datang untuk acara perkawinan dan setelah itu kembali ke jakarta. Ketika check in saya datang di bawah jam 12 siang. Memang seharusnya belum bisa check in. Tapi karena saya punya kartu Time Share di jaringan hotel tersebut, saya pede aja check in. BIasanya engga ada masalah. Bahkan di China dan Moscow saya bisa lenggang masuk walau jauh dari jam Check in. Resepsionisnya melirik kearah saya yang menggunakan pakaian sederhana dan istri yang pakai jilbab. Mereka terkesan tidak ramah
 
 
" Bapak kan tahu aturan , belum bisa check in. Tunggu jam 12 Siang keatas " kata Resepsionis.
" Kami hanya mau ganti pakaian. Sore setelah acara selesai, kami check out"
" Tunggu jam 12 lewat " katanya sambil menyerahkan KTP saya dan kartu Time Share saya.
Saya terdiam. Saya bisa maklum. Tapi pas mau Mundur dari table reseption, saya mendengar salah satu pegawai bicara ketemannya " Meragukan. istrinya China tapi pakai jilbab. Tampang begitu bawa kartu Time Share lagi. Paling juga palsu". Karena wajah Oma memang chiness banget.
Saya balik ke table reseption" Kamu ngomong apa tadi? Kata saya.
" Saya ngomong dengan teman saya. Maaf."
" Kamu merendahkan istri saya dan rasis dengan tampang istri saya. ?
Dia diam aja.
" Sekarang saya mau check in. Lakukan sekarang " kata saya tegas
" Engga bisa Pak."
" Kamu tahu kontrak Time Share? saya berhak masuk kapan saja. Jam berapapun. Karena saya sudah bayar setahun. Masuk engga masuk saya sudah bayar. " Kata saya mencoba mencerahkan.
" Engga bisa. " katanya tegas.
" Bisa tulis kamu tolak saya ? Kata saya. Petugas itu langsung tulis diatas kop hotel dengan senyum sinis.
Setelah itu saya telp kantor pusat hotel itu di Hongkong tentang penolakan kartu Time Share saya. Mereka janji akan selesaikan segera. Tapi saya engga peduli lagi. Walau istri saya sudah minta lupakan. Saya langsung telp lawyer saya di Hongkong. Saya gugat sebesar USD 2 juta. Bukti penolakan itu jadi dasar hukum somasi saya.
Lawyer saya bilang bahwa pihak hotel minta maaf secara resmi tapi saya minta agar proses hukum jalan terus. Apa sebab , pertama mereka menghina istri saya. Kalau saya dihina saya bisa maafkan mudah. Tapi kehormatan istri harus saya jaga karana ini perintah agama. Dan lagi investasi saya sangat besar kepada istri. Engga gratis. Kedua, mereka rasis. Ini engga bisa saya terima. Saya bayar mahal Time Share karana tahu mereka menjunjung tinggi hak azasi manusia dan Anti rasis. Artinya meraka telah dispute contrack time share.
Hanya dua kali sidang, mereka kalah. Mengapa ? Karena semua hakim di negara modem paling benci dengan orang rasis , diskrimasi dan unfair Business. Tapi saya tolak uang ganti rugi itu. Agar mereka tahu bahwa saya tidak sejahat yang mereka bayangkan. Tujuan saya hanya menunjukkan perjuangan moral harus saya tegakan di mana saja dan mereka berubah.
(Sumber: Facebook Duskusi dengan Babo)
Sunday, August 9, 2020 - 11:00
Kategori Rubrik: