Rasis

Oleh: Abad Badruzaman
 

Yang mulutnya bau rasis, apa bener-bener gak pernah jalan-jalan ya? Yang omongannya suka ngehina ras atau etnis tertentu itu apa memang gak tau piknik ya?

Jika ia orang Islam, apa gak pernah denger sabda Rasul, "Tidak ada keunggulan orang Arab atas non-Arab dan sebaliknya, tidak ada keutamaan kulit putih atas kulit berwarna dan sebaliknya, kecuali dengan takwa?"

Dunia ini memang arena pergulatan baik-buruk, elok-elek, benar-salah, jujur-jahat, terang-gelap dan seterusnya. Tapi kita sudah tidak adil sejak di pikiran kalau menisbahkan semua itu ke etnis, bangsa bahkan agama tertentu.

Di luar urusan takwa, prestasi dan kontribusi bagi humanitas juga bukan monopoli kaum tertentu. Maka berhentilah jadi katak dalam batok kelapa. Jadilah rajawali; mengepak sayap, menatap luasnya semesta, semakin tinggi terbang semakin luas wawasan dan semakin tak terlihat perbedaan di muka daratan.

Hidup ini jejaring satu-sama-lain saling terkait saling terhubung; saling membutuhkan, saling menguatkan. Lihat Amerika, timnas basketnya hampir semua Afro-Amerika. Lihat timnas-timnas bola kelas dunia; ada Raheem Sterling di Timnas Inggris, ada Pogba di Timnas Perancis, ada Ballotely di Timnas Itali. Tengok pula Tim Bulutangkis Indonesia di berbagai kejuaraan.

Kemudian sebutkan satu-persatu perangkat modern yang kita miliki dan berlomba untuk memiliki versi terbaru. Motor yang kita tumpaki merknya Yamaha, bukan Ya Mahmud, hape kebanggan merknya Samsung bukan Samsul, dan lainnya terlalu banyak buat disebutkan.

Setidaknya hentikan kebiasaan mengumpat, mengumbar kata kapir. Kecuali yang dimaksud dengan kapir adalah kejahatan global yang massif serta terstruktur yang merupakan ancaman bagi kemanusiaan, apa pun ras dan agamanya.

"Duh...Abah ngomong opo toh? Minggu-minggu gini setatuse kok yo abot men...!"

"Iki epek obat Abah entek, Le...."

"Obat apa to, Bah?"

"Obat penyubur rambut. Puas kamu?!

 

(Sumber: Status Facebook Abad Badruzaman)

Sunday, August 14, 2016 - 13:15
Kategori Rubrik: