Rampok Sarumpaet

Ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Saya bilang dia bejat sebejat sebejatnya jika nenek ini bilang dia di hajar di Bandung sampai kelenger masuk rumah sakit. Padahal dia lagi bedah plastik biar kayak perawan lagi.

Saya bilang dia bejat sebejat sebejatnya karena merekayasa cerita heboh seolah-olah dia teraniaya karena pilihan politiknya. Kejamnya dia merekayasa cerita untuk menggiring opini publik bahwa bonyoknya muka dia itu karena ulah PKI.

Saya bilang dia bejat sebejat sebejatnya, orang yang meniupkan bangkitnya PKI dengan bukti si nenek nenek yang sebentar lagi kinyis nanggung itu.

Tampak jelas kekejaman mereka mengolah kebohongan setelah isu Islam tidak lagi bisa barang dagangan. Pentolannya terpenjara di Saudi sana karena kesombongan dan kebodohannya. Dia pikir doa di Monas bisa mengakhiri segalanya penderitaannya.Kini isu PKI dibangkitkan lagi.

Saya bilang bejat sebejat sebejatnya, orang-orang yang menggoreng isu seputar bonyoknya si nenek itu. Kejamnya mereka menggunakan kebohongan si sompret itu sebagai pembenaran atas tipu daya yang mereka gunakan agar bisa menang.

Si sompret dan orang-orang yang menyebarkan berita dia di hajar adalah kumpulan orang-orang bejat. Persis seperti penjarah sialan di Palu. Kelakuan mereka tidak lebih seperti rampok.

Dan adalah ketololan luar biasa bagi mereka yang percaya nenek itu di hajar. Otak dan nalar mereka di rampok oleh sang nenek yang kegenitan mau tampil kayak perawan lagi.

Mereka yang percaya adalah gerombolan orang-orang yang tidak bernoral.

Sama bejatnya.

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Sunday, October 7, 2018 - 15:30
Kategori Rubrik: