Ramalan Jayabaya

ilustrasi

Oleh : Irwan Julianto

Saya kebetulan membeli T shirt Joko Wibowo (sebenarnya Joko Widodo) seperti yang dipakai Mas Butet Kartaredjasa ini. Belum pernah saya pakai. Keburu Presiden Joko Widodo resmi terpilih kembali.

Agak absurd, masih juga ada yang ramai-ramai ngetwit dan bikin trending topic nasional bahwa ada 85 juta rakyat tolak Jokowi. Jelas ini disinformasi yang sama sekali tak bermutu, karena justru Jokowi dan KH Ma'ruf Amin dipilih oleh lebih dari 85,65 juta pemilih. Sementara Prabowo-Sandi "cuma" dipilih 68,6 juta pemilih. Kok bisa-bisanya mendaku 85 juta rakyat menolak Jokowi?

Daripada hobi memanipulasi angka pemilih, silakan baca ramalan Jayabaya ini:

JAYABAYA adalah Raja Doho, Kediri. Tahun 1.222 Masehi ia meramal begini :

"Ono Ratu kinuyo-kuyo, mungsuhe njobo njero, ibarat endhog ingapit selo gampang pecahe. Nanging rinekso Hyang Suksmo. 
Mungsuhe kaweleh-weleh. 
Ratu mau banget teguhe. 
Kinuyo-kuyo ora rinoso, malah suko raharjo kaesi mbelani negoro sigar semangka. Hambek utomo tan duwe pamrih. Ratu mau putrane mbok rondho kasiyan."

Terjemahan bebasnya sbb :

"Ada pemimpin yang dikejar-kejar/dicari cari kesalahannya. 
Lawannya ada di luar dan di dalam lingkaran kepemimpinannya. Ibarat telur dijepit batu mudah pecah. 

Namun dia dijaga Yang Maha Kuasa (sehingga) Lawannya satu demi satu terbuka aibnya. 
Pemimpin tersebut sangat teguh (meski) dicari cari kesalahannya, tidak dirasakan, malah justru menebar sukacita tenteram bahagia. 
Demi membela negara (supaya tidak) terbelah. Sifatnya berbudi utama tanpa pamrih. Pemimpin tersebut anaknya seorang janda..."

Sungguh luar biasa,
nenek moyang kita yang hatinya jernih, mampu mererawang keadaan ratusan tahun sesudahnya.

Sumber : Status Facebook Irwan Julianto

Tuesday, July 9, 2019 - 12:00
Kategori Rubrik: