Ramai Soal Investasi Miras, Keberatannya Pada Logika

ilustrasi
Oleh : Yetti Agustien
Protes pelonggaran investasi miras di Papua-NTT-Bali dan Sulut, tetapi dengan argumen yang berantakan sama saja menjatuhkan keagungan Islam.
"Kalau miras legal, anak kecil diminumi, pas rapat mabok semua...."
Argumen ini kok terdengar lazim tersebar di pengajian-pengajian. Saat di syurga nanti muslim boleh mabuk-mabukkan bahkan pekerjaannya memecahkan keperawanan para bidadari.
Sedang kita hidup di dunia harus tunduk pada norma-norma: agama, susila, masyarakat dan hukum. Tidak bisa menilai sesuatu hanya dari sudut pandang agama saja.
Miras, bisa disebut bagian dari budaya suatu daerah. Setiap daerah memiliki produk andalan yang berbeda. Orang desa sangat senang kalau dipuji kelezatan sake-nya karena artinya kita menghormati kesuburan alamnya juga dipergunakan saat upacara adat.
Dan tidak ada cerita anak kecil dicekoki miras dsb.
Indonesia sebenarnya kaya dengan produk miras seperti Arak Bali, Sophia (NTT), Cap Tikus (Sulut) dan Swansrai (Papua) di daerah lain bahkan di Jawa pun sebenarnya banyak.
Jadi carut marut soal investasi miras di Papua-NTT-Bali dan Sulut lebih pada otak sampeyan. Jangankan ngomongin miras, lha wong agama yang rahmatan didakwahkan malah membuat orang ketakutan.
Sumber : Status facebook Yetti Agustien
Wednesday, March 3, 2021 - 09:15
Kategori Rubrik: