Ramadhan Tak Menghalangi Beberapa Muslim Berperilaku Bar Bar

ilustrasi

Oleh : Ahmad Tsauri

Sejak Habib Riziq CS memobilisasi masa untuk mengadili orang yang menurutnya menista al-Quran, saya sangat semangat menulis mengingatkan bahaya dari gerakan itu.

Hari-hari ini, bulan-bulan ini, hingga tahun-tahun mendatang entah kapan berakhir kita panen raya radikalisme, buah dari politisasi agama.

Sehari kemarin saja kita dikagetkan oleh seorang pemuda yang dengan entengnya mengaku siap memenggal kepala presiden. Saya mendengarnya saja bergidik, tidak sanggup, sementara ibu-ibu muda disampingnya berteriak takbir antusias mendengar kata jagal itu.

Malamnya tersebar video gerombolan bapak bergamis menggruduk indomaret hanya karena karyawannya menyumbang 1000 perak kepada mereka. Memaki-maki, menggebrak, entah endingnya bagaimana perbuatan barbar itu, kita tidak bisa melihatnya di video singkat yang beredar.

Sepekan sebelumnya, polisi berhasil meringkus terduga pelaku teror yang akan meledakan lokasi people power dengan bom berdaya ledak tinggi.

Darimana saya tahu dengan yakin, sejak HRS dan gerombolannya ribut akan terjadi semua ini? Dari sejarah. Pola-pola yang sama sejak abad pertama Islam, sampai terjadinya perang saudara di negara-negara Islam persis terjadi dengan sempurna di Indonesia ini.

Mirisnya para politisi brengsek, setelah kalah melakukan politisasi agama dengan jargon, "jangan pilih cagub, capres, caleg dari partai penista agama", yang memakan korban jutaan orang, mereka kehilangan akal sehat dan kewarasan, tapi setelah kalah para politisi drakula itu merapat kepada incumben yang secara faktual menurut berbagai lembaga survei menang di pilpres ini, dan membiarkan orang-orang sakit jiwa bergentayangan dimana-mana.

Bagi para politisi dungu ini, Penista agama, partai penista agama, adanya hanya masa kampanye, tapi korban dari politisasi itu nyaris seumur hidup nyaris mustahil dapat disembuhkan dari gangguan kejiwaan mereka.

Karena mereka sendiri tidak menyadari dirinya sakit. Yang mereka tahu sedang membela al-Quran, membela Allah, membela Islam, padahal sakit jiwa akut.

Darimana kita mulai memperbaiki semua ini?

(In frame: Ketua Partai Pembela Agama dan ulama bersama Presiden boneka dari partai-partai penista Agama)

Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri

Monday, May 13, 2019 - 09:30
Kategori Rubrik: