Rakyat vs Para Pecundang di Pilkada Kota Makasar

Oleh : Rudi S Kamri

Fenomena kemenangan KOTAK KOSONG di Pilkada Kota Makassar ternyata membuat GERAH para partai pengusung dan pihak kerabat yang notabene PENGUASA. Mereka serentak mengadakan perlawanan dan tanpa malu-malu menyatakan OPTIMISTISMEnya bahwa sejatinya pasangan APPI - CICU yang didukung oleh koalisi gendut 10 partai politik akan MEMENANGI kontestasi Pilkada kali ini.

Sekedar mengingatkan bahwa pasangan Munafri Arifuddin dan Andi Rahmatika Dewi atau yang disebut pasangan APPI - CICU yang didukung 10 Partai (PDIP, PKS, PAN, PBB, PPP, PKPI, Golkar, Gerindra, Nasdem dan Hanura) DIKALAHKAN SECARA SANGAT MEMALUKAN oleh KOTAK KOSONG di Pilkada Kota Makassar tanggal 27 Juni 2018 lalu.

Perlu diketahui juga bahwa Munafri Arifuddin atau APPI ini menantu pemilik usaha BOSOWA GROUP yaitu AKSA MAHMUD. Dan semua orang sudah mengetahui bahwa Aksa Mahmud ini ipar dari JUSUF KALLA.

Rupanya kekalahan memalukan yang dialami oleh APPI-CICU ini tidak diterima dengan legowo oleh partai-partai pendukungnya dan disikapi secara emosional oleh sebagian kerabat sang penguasa. Mereka berupaya mempengaruhi publik dengan mengatakan bahwa tidak mungkin jagoan mereka kalah. Mereka tidak mau belajar dari kegagalan. Mereka tidak mau instrospeksi diri justru malah melakukan perlawanan. Ini sangat memalukan.

Mereka lupa, respons mereka yang emosional dan tidak legowo semakin membuat antipati rakyat Makassar dan rakyat seluruh Indonesia terhadap partai politik dan penguasa dzolim semakin mengeras. Para elite parpol itu secara tidak sadar sedang memamerkan kebodohan dan inilah wajah asli PECUNDANG SEJATI.

Rakyat Makassar dan semua pemangku kepentingan (stakeholder) sosial di kota Makassar seperti Pers, LSM dan ormas-ormas harus bertekad kuat mengawasi jalannya rekapitulasi yang dilakukan oleh KPUD Kota Makassar. Jangan sampai independensi KPUD diintervensi oleh kepentingan penguasa dzolim dan partai-partai politik yang sedang emosi kebakaran jenggot. Jangan sampai suara rakyat yang sedang berjuang melawan ketidakadilan dan kedzoliman dikalahkan oleh kepentingan sesat kaum pecundang.

Disisi lain Polri harus benar-benar bersikap netral. Jangan sampai di hari ulang tahun Polri yang jatuh hari ini dicederai oleh kepentingan sekelompok orang yang tidak demokratis. Polri harus membuktikan bahwa berita tentang pernyataan Wakapolri Komjen Pol Safruddin yang mengatakan bahwa "KEMENANGAN KOTAK KOSONG ADALAH HOAX" itu benar- benar HOAX. Profesionalitas dan netralitas Polri sebagai Bhayangkara Negara harus ditunjukkan secara terbuka.

Rakyat Makassar jangan surut melangkah. Doa dan dukungan moral rakyat seluruh Indonesia untuk perjuangan Anda. Apa yang sedang Anda lakukan adalah sebuah INSPIRASI yang luar biasa hebat. Dan hal ini membuat kami bangga dengan Anda semua.

Lawan kecurangan para PECUNDANG dengan menyuarakan kebenaran dengan keras !!!

Ewako saudaraku di Makassar !!!
God Bless You All !!!

Salam Satu Indonesia,
Rudi S Kamri
01072018

Sumber : facebook Rudi S Kamri

Monday, July 2, 2018 - 15:15
Kategori Rubrik: