Rakyat Makin Percaya Kerja Kabinet

REDAKSIINDONESIA-Periode satu setengah tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla ditandai penilaian positif publik terhadap kinerja Kabinet Kerja secara umum. Silang pendapat antarmenteri yang terjadi secara terbuka beberapa waktu lalu tidak mengurangi apresiasi publik terhadap kinerja kabinet.

Namun, publik menggarisbawahi kinerja sejumlah kementerian yang dinilai belum sesuai harapan.

Apresiasi terhadap kinerja kabinet yang dibentuk Presiden Jokowi 18 bulan lalu ini terekam dalam hasil survei tatap muka yang dilakukan setiap tiga bulan sekali. Hasil survei pada triwulan keenam atau bulan ke-18 ini menunjukkan, kepercayaan publik kepada pemerintah cenderung menguat. Separuh bagian responden (51,8 persen) menyatakan puas terhadap kinerja kabinet secara umum. Proporsi ini meningkat 3,6 persen dibandingkan periode satu tahun pemerintahan pada Oktober 2015.

Pada periode survei Juni dan Oktober 2015, ekspresi kepuasan ataupun ketidakpuasan publik hampir berimbang. Meskipun terjadi peningkatan kepuasan terhadap kinerja Kabinet Kerja sebanyak 2,5 persen pada Oktober 2015, proporsi ketidakpuasan publik juga meningkat 2,6 persen. Sementara pada survei April 2016 ini peningkatan kepuasan publik dibandingkan dengan Oktober 2015 "hanya" 3,6 persen. Namun, proporsi ketidakpuasan publik turun cukup signifikan mencapai 13,7 persen.

Penilaian positif terhadap kinerja kabinet ini boleh jadi hanya dipengaruhi kiprah sejumlah kementerian yang dinilai publik selalu konsisten dalam menerapkan kebijakannya. Kementerian Kelautan dan Perikanan merupakan lembaga yang paling sering memperoleh apresiasi dalam berbagai pengumpulan pendapat publik. Kebijakan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dalam merevitalisasi dan membangun infrastruktur perhubungan udara dan laut di sejumlah daerah pelosok dinilai pro rakyat. Kebijakan itu dianggap mampu menembus daerah-daerah terisolasi sehingga memudahkan mobilitas masyarakat.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan yang sering berkunjung ke sekolah-sekolah di pedalaman juga dinilai memenuhi kebutuhan rakyat. Hal serupa juga dilihat publik pada sosok Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang kerap blusukan ke daerah-daerah dalam rangka mempromosikan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan dan aksi para menteri ini dipandang sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Keberhasilan beberapa menteri mempertahankan kinerja mereka meningkatkan kepuasan publik secara umum.

Faktor pendidikan

Peningkatan kepuasan responden yang relatif kecil terhadap kinerja Kabinet Kerja selama tiga periode survei mencerminkan konsistensi pendapat yang dinyatakan responden dengan karakteristik sosial tertentu. Dari hasil survei ini terungkap, variabel pendidikan memengaruhi apresiasi responden terhadap kinerja kabinet.

Pada survei periode Juni 2015 terlihat pengelompokan sikap responden terhadap kinerja kabinet saat itu. Terdapat 51,8 persen responden berpendidikan rendah menyatakan puas dengan kinerja kabinet. Hanya tiga dari sepuluh responden yang menyatakan tidak puas. Sementara itu, 50 persen responden berpendidikan menengah menyatakan tidak puas dengan kinerja kabinet. Di level pendidikan tinggi, proporsi yang menyatakan tidak puas semakin besar, mencapai 57,1 persen.

Komposisi penilaian responden terhadap kinerja kabinet agak berubah pada periode Oktober 2015 dan April 2016. Pada periode satu tahun pemerintahan Oktober 2015, proporsi responden berpendidikan rendah dan tinggi lebih banyak memberi apresiasi dibandingkan dengan yang menyuarakan ketidakpuasan. Terdapat 53,2 persen dan 60 persen responden berpendidikan rendah dan tinggi yang memberi apresiasi. Sementara itu, di kalangan responden berpendidikan menengah lebih besar proporsi yang menyuarakan ketidakpuasannya (56,3 persen) dibandingkan dengan yang memberi apresiasi (40,1 persen).

Pada survei terakhir, komposisi sikap responden terhadap kinerja kabinet berubah seiring dengan kebijakan dan aksi sejumlah menteri yang dinilai positif dalam menjalankan roda pemerintahan. Responden berpendidikan rendah relatif tetap tingkat kepuasan mereka, yaitu 53,7 persen. Sementara responden berpendidikan menengah dan tinggi tetap kritis terhadap kabinet, tetapi mulai menunjukkan apresiasi mereka. Hampir separuh bagian (48,3 persen) responden berpendidikan menengah menyatakan puas dengan kinerja kabinet. Sementara 50,4 persen responden berpendidikan tinggi juga menyatakan puas.

Apresiasi per bidang

Apresiasi publik terhadap kinerja kabinet secara umum mencerminkan keberhasilan Presiden Jokowi dalam mengakselerasi kerja para anggota kabinetnya sehingga terasa lebih fokus dalam bekerja. Peningkatan apresiasi ini sangat terasa setelah presiden merombak personel kabinetnya pada Agustus 2015.

Akselerasi kerja antara presiden dan menteri inilah yang masih dipandang sebagai problem utama Kabinet Kerja sekarang. Jika menilik penilaian publik terhadap kinerja setiap kementerian, tampak terjadi penurunan apresiasi kinerja kabinet saat ini dibandingkan dengan periode Januari 2015. Dari semua kelompok kementerian, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) tercatat paling kecil penurunan apresiasi dari publik. Dari sembilan pos kementerian, tujuh pos tercatat mengalami penurunan apresiasi di bawah 10 persen.

Sementara itu, Kementerian Bidang Perekonomian paling dalam kemerosotannya, di mana semua pos kementeriannya turun melebihi 10 persen. Peringkat berikutnya ditempati oleh kementerian bidang politik, hukum dan keamanan, lalu bidang kemaritiman dan sumber daya.

Meskipun bidang PMK paling rendah penurunan apresiasinya, apresiasi terhadap Kementerian Koordinator PMK serta Kementerian Pemuda dan Olahraga merosot 16-20 persen. Hal ini serupa dengan Kementerian Koordinator Perekonomian yang menurun apresiasinya 16 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa responden cukup peka dalam menilai kinerja kementerian secara individual yang didasarkan pada popularitas sosok menteri, program dan aksi menteri, atau kedekatan bidang kerja menteri dengan kepentingan hidup responden. ** (ak)

Sumber : http://print.kompas.com/baca/2016/05/16/survei-kompasApresiasi-Kabinet-d...

 

Monday, May 16, 2016 - 09:30
Kategori Rubrik: