Raja Salman Tidak Diajak Rizieq Kecam Banser

Ilustrasi

Oleh : Judiarso Kurniawan

Bendera yg dibakar banser itu menurut banser bendera Hisbut Tahrir Indonesia alias HTI, tapi HTI tidak mengakui kalau itu bendera HTI. Akibatnya banser makin kenceng dituduh bakar bendera tauhid oleh para pembenci banser, dan mereka tidak mau tahu kalau maksud banser bukan bakar bendera tauhid tapi cuma bakar bendera Hisbut Tahrir.

Perlu diselidiki, siapa yg benar antara keterangan banser dengan HTI. Banser bilang bendera yg mereka bakar itu bendera Hisbut Tahrir, sdgkan HTI bilang itu bukan bendera Hisbut Tahrir.

Cara menyelidikinya ternyata gampang aja. Rizieq dah lama di Arab Saudi, tapi sampai skrg tdk berani kemana2 bawa bendera yg persis kayak yg dibakar banser itu. Iya, soalnya Arab Saudi menyatakan Hisbut Tahrir adalah organisasi terlarang di Arab Saudi yg benderanya sama kayak yg dibakar banser itu. Jadi, mana berani Rizieq bawa2 bendera kayak gitu di Arab Saudi?

Kesimpulannya jelas, dong. Info dari banser yg menyatakan bahwa bendera yg mereka bakar itu bendera Hisbut Tahrir sudah dibenarkan oleh perilaku Rizieq di Arab Saudi. HTI terbukti berbohong karena tdk mengakui kalau bendera yg dibakar banser itu bendera Hisbut Tahrir.

Oh, ya.. Nambah dikit ya pertanyaannya, biar tambah seru gitu.. Hehe..

Rizieq bilang kalau bendera yang dibakar banser itu bendera tauhid. Dia sdh pidato yg isinya marah2 kepada banser. Lucunya, dia tidak mengajak Raja Salman ikut pidato mengecam banser, padahal katanya Rizieq itu imam besar umat islam. Pertanyaannya, kenapa dia tidak mengajak Raja Salman menghujat banser padahal Rizieq dan Raja Salman sama2 di Arab Saudi? Kalau raja Salman tidak tahu banser sudah bakar bendera tauhid, kenapa Rizieq ga ngasitau raja Salman? Ya beginilah kapasitas imam besar umat islam yg cuma diklaim oleh pemujanya tapi tdk diakui dunia.

Cuma ngaku2 sih gampang. Tapi jadi memalukan kalau di negeri Arab tdk dianggap penting. Jelas ketinggian kalau disebut imam besar umat islam. Balik lagi ke raja Salman, mustahil rasanya kalau Raja Salman tdk tahu banser bakar bendera yg ada tulisannya kalimat tauhid. Pasti tahu lah krn ini sdh jaman internet, jadi ada geger apa di Indonesia, anak kecil sana aja langsung bisa paham kalau bisa buka google, apalagi pemimpin negara sekelas raja Salman.

Kalau raja Salman malas buka internet, mana mungkin juga anak buah raja Salman pada ga bisa buka internet. Pasti internetan tiap hari dan kalau ada berita heboh luar negeri termasuk Indonesia pasti segera lapor ke rajanya. Ya maklum Raja Salman sdh berinvestasi banyak ke Indonesia, pasti pengen memantau apakah suasana politik di Indonesia adem2 aja apa nggak. Intinya, raja Salman pasti tahu lah berita ttg banser bakar bendera tauhid. Tapi kenapa tidak ada berita soal dia marah2 sama banser kayak Rizieq? Bisa jadi karena dia memang tidak marah. Kenapa tidak marah? Soalnya menurut dia bendera yg dibakar banser adalah bendera Hisbut Tahrir.

Dia ga anggap bendera kayak hisbut Tahrir pantas dipersoalkan jika dibakar orang. Coba aja cari info di internet soal tanggapan Raja Salman marah2 denger banser bakar bendera tauhid. Aku jamin ga bakalan nemu.

Jelas ya kalau banser bakar bendera HTI bikin Rizieq marah tapi ga bikin Raja Salman marah juga? Trus yang islamnya ga beres siapa antara Rizieq dan Raja Salman? Kalau para pembenci banser itu menganggap sikap marah Rizieq ke banser itu menunjukkan islam Rizieq bagus, kenapa ga ada ya yang nuduh Raja Salman islamnya ga bener karena ga marah ada yg bakar bendera yg katanya bendera tauhid itu? Pusing memang ngarep para pembenci banser berlaku rasional, wajar dan waras. Ya maklum. Soalnya pembenci banser itu ada tiga jenis, yg pertama licik, yang kedua goblok, yang ketiga mungkin paling konyol, udah goblok, licik lagi..

Sumber : Status Facebook Judiarso Kurniawan

Sunday, October 28, 2018 - 20:00
Kategori Rubrik: