Rahmatan Lil Alamin Itu Ternyata Dilakukan Umat Hindu

ilustrasi

Oleh : Agung

Beberapa hari ini media sosial di hebohkan dengan penolakan warga salah satu perumahan di bekasi yg menolak berdirinya bangunan Pura milik umat hindu, padahal bangunan Pura itu berdiri di tanah warga hindu sendiri dan tidak ada peraturan yg di langgar.

Hal ini ironi yg pahit dimana di bali sendiri (tepatnya di kabupaten badung) yg mayoritas umat hindu, saat umat islam yg mau mendirikan mesjid malah di sumbang bupatinya milyaran rupiah.

Hal ini menunjukan dengan jelas klo sebenarnya jargon islam adalah agama rahmatan lil alamin (rahmat / berkah bagi alam semesta) hari ini semakin menjadi jargon kosong, karena kelakuan umat islam sendiri yg semakin intoleran dan semakin mau menangnya sendiri. Dan ironisnya hal sebaliknya terjadi pada umat agama hindu yg justru menunjukan mereka bisa menjadi rahmat bagi alam semesta karena berhasil menunjukan toleransinya dan tidak mau menangnya sendiri walaupun mayoritas

Padahal klo kita renungkan apa sih ruginya klo ada bangunan tempat ibadah agama lain di lingkungan kita ?? apakah kita akan ikut kafir jadi penganut hindu atau murtad jadi penyembah shiwa ?? ane rasa klo iman ente kuat hal semacam itu gak akan terjadi wong kita ambil contoh saja umat agama minoritas di republik ini 5x sehari 7x seminggu 365 hari setahun + bonus 2x pertahun mendengar adzan dari toa yg terkadang nauzubileh kencengnya, mereka tetep aja gak pindah agama dan gak terlalu mempermasalahkan adzan dan mesjid umat islam.

Hal itu harusnya membuat malu orang2 islam karena orang non islam aja bisa tahan mendengar adzan saban hari dan lingkungannya di kelilingi mushola dan mesjid umat islam tapi mereka tetap teguh memegang agamanya dan gak beringas seperti sebagian umat islam yg bisa ketrigger lantaran ada pura atau gereja di lingkungannya.

Bahkan sebagian mereka walaupun tetap mendapatkan tekanan, diskriminasi sistematis, bahkan mengalami aksi terorisme dari umat islam, mereka tetap bisa berlaku toleran dan welas asih. Hal ini harusnya menjadi sebuah perenungan bagi umat islam di indonesia yg katanya mayoritas tapi sayangnya banyak yg bermental minoritas yg selalu merasa terdiskriminasi padahal realnya justru merekalah yg sering kali berperilaku diskriminatif dengan umat lainnya

Ane pun jaman masih fanatik beragama dulu gitu selalu takut dan benci dengan yg namanya bangunan tempat ibadah orang lain, bahkan sering kefikiran mau ane bakar atau ane coret2 saja itu tempat ibadah umat lain, karena mengganggu iman ane. Tapi seiring berjalannya waktu dan banyaknya belajar ane rasa pandangan ane dulu itu sangat dungu dan cerminan dari lemahnya iman yg menuntun ane pada ketakutan dan kebencian yg konyol.

Klo sekarang jangankan tempat ibadah umat lain mau berdiri di sekitar gue, diajakin ibadah pun ane mah hooh aja, apakah ane murtad ?? apakah ane kafir ?? apakah ane sesat ?? jawabannya "I dont give a shit", toh bagi ane sampai saat ini kita tidak pernah tahu tuhan siapa yg asli, apakah Allah, apakah Yesus, apakah Elohim, Apakah Shiwa, atau apakah ribuan tuhan lainnnya yg di claim berbagai agama lainnya selain agama kita. Kita tidak tahu persis jawabannya bahkan tuhan ada atau tidak ada pun kita tidak bisa memasikannya ... Jadi ketimbang kita membenci orang lain karena mereka menyembah apa yg bukan sesembahan kita atau beragama yg bukan agama kita, kenapa kita tidak sama2 saling menghargai umat lain beribadah.

Toh seandainya tuhan memang ada ane rasa dia lebih suka manusia berdamai diatas perbedaan agama karena dia juga yg menciptakan berbagai agama di dunia ini, dan seandainya tuhan agama kita salah dan yg benar tuhan agama sebelah setidaknya tuhan mereka gak terlalu marah banget dengan kita karena tidak memusuhi umatnya saat di bumi hahahahah 

Sumber : Status Facebook Agung

Friday, May 10, 2019 - 10:45
Kategori Rubrik: