Rahmat Dibalik Survey Litbang Kompas

ilustrasi

Oleh : Herry Tjahjono

Begini kisahnya..

Hasil survey Litbang Kompas terbaru 2019 :
Jokowi 49,2%. Prabowo 37,4 %. Belum menentukan 13,4 %.

Lalu pendukung Jokowi galau. Pendukung Prabowo euforia. Bagi saya pendukung kedua kubu sama-sama tipe emosional, main perasaan saja.

Kita kilas balik ke 2014 (survey Litbang Kompas 3 minggu sebelum pencoblosan) :
Jokowi 42,3 %. Prabowo 35,3 %. Belum menentukan 22,4 %. Lalu kenyataannya : Jokowi menang tipis 53,15 % dan Prabowo 46,85 %. Artinya : masing-masing mendapatkan limpahan dari yang belum menentukan (22,4 %) sekitar 50%.

Statistik itu punya pola, punya trend. Jika pola tahun 2014 itu kita pakai untuk pilpres 2019, maka opsi-opsi yang terjadi adalah sbb :
1. Suara yang belum menentukan 13,4 %. Jika diasumsikan terbagi dua masing-masing 50 %, maka Jokowi akan menjadi : 49,2 % + 6,7 % = 55,9 %. Prabowo : 37,4 % + 6,7 % = 44,1 %. Maka Jokowi akan menang sekitar 11,8 %.

Baiklah, opsi itu terlalu optimis, kita kurangi saja "jatah" Jokowi dari yang belum menentukan cukup seperempatnya (25 %) dan Prabowo dapat 75 % nya. Maka :

2. Jokowi menjadi : 49,2 % + 3,35 % = 52,55 %. Prabowo : 37,4 % + 10,05 % = 47,46 %. Maka Jokowi tetap unggul dengan selisih 5,10 %.

Ok kita ambil opsi terburuk untuk Jokowi, jatah dari yang belum menentukan 10% saja, dan Prabowo dapat 90 %. Maka :

3. Jokowi menjadi : 49,2 % + 1,34 % = 50,54 % dan Prabowo : 37,4 % + 12,06 % = 49,46 %. Jokowi pun masih unggul : 1,08 %.

Baiklah, kita pakai saja opsi terburuk (dengan asumsi Jokowi harus mampu menjaga elektabilitasnya saat ini sebesar 49,2 %), maka Jokowi tetap akan menang dengan selisih : 1,08 %.

Itu akan sangat menyakitkan bagi Prabowo. Sakit banget ! Lebih sakit dari tahun 2014.

Apakah Jokowi hebat ? Tidak juga, sebab sebagai petahana dia seharusnya bisa menang jauh lebih besar dari opsi-opsi tersebut.

Wahai para Jokower, tetap semangat dan lebih militan. Bagi saya, hasil survey Litbang Kompas ini merupakan rahmat tersembunyi.

Saya melihatnya sesederhana itu...

-HT-

Catatan :

1. Elektabilitas Prabowo 37,4 % (meski dalam survey Litbang Kompas mengalami kenaikan), nampaknya sudah menyentuh batas maksimalnya. Coba perhatikan berbagai hasil lembaga survey populer yang hampir semuanya bergerak di bilangan 30 % an (kecuali Roy Morgan, 42 %). Dan jika sinyalemen ini benar, maka kinerja Prabowo dan kubunya tidaklah istimewa.

2. Kita hanya melihat hasil survey Litbang Kompas cenderung hitam-putih. Oh Jokowi turun. Oh Prabowo naik. Ingat, selisihnya masih dua digit dan waktu tinggal 28 hari. Yang diperlukan adalah kerja keras dari kedua pihak.

3. Dan bagi TKN Jokowi, jika kalian tidak bisa merebut 10 % saja dari suara yang belum menentukan, anda layak menyesali diri anda habis-habisan menjadi anggota TKN.

4. Dan kalau masih ada Jokower yang bingung kenapa elektabilitas Jokowi bisa turun dan Prabowo naik, jawabnya sederhana : karena anda tidak semilitan dan sefanatik kampretor terhadap junjungannya.

Sumber : Status Facebook Herry Tjahjono

Wednesday, March 20, 2019 - 23:15
Kategori Rubrik: