Radikalnya Dita dan Realitas Politik Dita

ilustrasi

Oleh : Prasetyo BoediFrast

Namanya Dita Indahsari anak hukum UI 1991 kalau ngomong ke-Radikalanya dalam memperjuangkan buruh dari jaman orde baru sampai saat ini (walopun sekarang sudah jadi elite politik di PKB dan kementrian Tenaga kerja) gak usah di tanya.
Sosok yang sangat penting dalam gerakan perlawanan "kaum kiri" di era Orde Baru (orang kiri yang duitnya banyak sebab duit untuk jalan-nya organisasi baik SMID--embrio PRD- sampai PRD berdiri -- die orang yang di percaya oleh pendana utk mengelolanya).
Di awal2 dia sebetulnya lebih memilih berada di "Behind the Scene SMID maupun PRD". Dita lebih mengkonsentrasikan diri di "cluster buruh". Dita lebih berkonsentrasi di Pusat Perjuangan Buruh Indonesia, onderbouw Persatuan Rakyat Demokratik (titel PRD sebelum menjadi partai).

PPBI satu dari sejumlah serikat buruh independen yang terbentuk pada masa kekuasaan Presiden Soeharto. Sejarawan Robert Cribb dan George Kahin dalam Kamus Sejarah Indonesia menyebut PBBI "lebih radikal" dari Serikat Buruh Merdeka Setiakawan yang berumur pendek dan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (Bentukan bang Muchtar Pakpahan).

Saking Radikalnya Dita dan beberapa kawan di bawah PRD jadi target untuk "di Hilangkan". tapi dia "dapat Berkah"-- Blessing in Disguise terlebih dahulu tertangkap sebelum Orba melaksanakan "program penghilangan" aktivis2 kiri saat itu.

Dita Sari ditangkap ketika sedang memimpin aksi di Tandes, Surabaya bulan Juli 1996 --dijatuhkan hukuman delapan tahun penjara beserta beberapa teman-temannya yang lain, dan oleh rezim Soeharto PPBI dianggap sebagai organisasi terlarang. Dita Sari pernah ditahan di LP Wanita Malang dan LP Wanita Tangerang periode tahun 1997-1998, Dita kemudian dibebaskan setelah mendapat amnesti dari Presiden Habibie. Kemudian, pada tahun 1999 Dita mendeklarasikan Front Nasional Perjuangan Buruh Nasional Indonesia, yang merupakan penggabungan antara PPBI dengan serikat-serikat buruh lokal seperti PPBS Surabaya, dan SBI Bandung dan Dita terpilih sebagai ketuanya.

Dari FNPBI inilah yang membawa Dita dekat dengan PKB dan Gusdur dan saat saat Gusdur berkuasa bersama Cak Imin di proyeksikan untuk "mengurusi buruh". Oleh Gusdur mereka kemudian di dekatkan dengan salah satu cukong besar yang baru pulang dari pelarian di LN akibat di buru oleh Prabowo jelang lengsernya Soeharto. Awal kerjanya setelah jadi "plat merah"Dita menggerakan kawan2nya di PRD untuk membikin organisasi buruh yang mengurusi buruh di luar negeri. Dengan "Migran Care-nya" yang cukup berhasil inilah yang kemudian membawa Cak Imin dan Dita jadi penguasa di Kementrian Tenaga Kerja.

Pada September 2001, Dita mendapat penghargaan Ramon Magsaysay Award. Februari 2002 Dita juga mendapat Reebok Human Rights Award, yang kemudian ditolaknya karena Reebok sebagai salah satu perusahaan sepatu besar yang tidak berpihak terhadap kesejahteraan kaum buruh.

Dan saat ini kok "Perempuan" yang sangat radikal itu harus berdamai dengan "pergaulan politik" -- dengan ngomong Pesangon buat buruh memang sangat tinggi dan Produktivitas-nya ternyata sangat rendah??? apa bener itu ? --- kayaknya sih bener

Sumber : Status Facebook Prasetyo BoediFrast

Friday, October 23, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: