Raden Ayu Tan Peng Nio

ilustrasi

Oleh : Riza Iqbal

Raden Ayu (RA) Tan Peng Nio adalah seorang wanita keturunan Tionghoa yang ikut berperang melawan kompeni Belanda pada tahun 1740. Novelis Seno Gumira Aji Darma menyebut Tan Peng Nio sebagai ”Mulan van Java”. Tan Peng Nio disebut-sebut sebagai kerabat Kapitan Sepanjang, Panglima Pasukan Tionghoa yang bertugas di bawah Raden Mas Garendi atau Sunan Kuning dalam perang gerilya melawan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Keberadaan Tan Peng Nio sebagai petempur perempuan memberi warna dalam historiografi Nusantara dan Jawa tentang hubungan antara masyarakat Jawa dan Tionghoa sebagai teman seperjuangan. Tan Peng Nio menjadi bagian dari pasukan Kapitan Sepanjang dan bertempur di garis depan dalam perang gerilya masa itu.

 

Para prajurit Tionghoa itu bergerak bersama para prajurit Mataram (Jawa) dengan mengenakan busana hitam-hitam dan bergerak lincah dari satu mandala pertempuran ke wilayah lainnya membuat pihak kompeni Belanda berikut pasukan-pasukan bantuan yang didatangkan, terutama dari Sumenep, Madura, kewalahan.

Setelah Perang berakhir, Tan Peng Nio dinikahi KRT Kolopaking III dan diberi gelar Raden Ayu sebagai bagian dari keluarga bangsawan Jawa yang menetap di Kutowinangun, Kebumen.

Kisah tentang prajurit perempuan dan kepiawaian mereka dalam berperang diabadikan dalam beragam tari Bedhaya di Surakarta dan Yogyakarta. Sebagai contoh tarian Retno Tinandhing, diilhami olah gerak prajurit perempuan Jawa, masih ditampilkan di Keraton Surakarta.

~TYVa~

Sumber : Status Facebook Riza Iqbal

Sunday, September 13, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: