Rabun Akut Telkomsel dan Indosat

Ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Sebagai dua provider selular dan data yang terbesar di Indonesia, sangat disayangkan bisa kebobolan sampai pada tahap yang memalukan. Kok bisa jajaran direksi tidak tahu ulah manajer menengahnya menghalalkan segala cara untuk menaikkan laba dengan mengontrak penceramah radikal.

Apakah para petinggi itu cuma lihat angka penjualan dari konten Islam tanpa mempelajari isinya? Adakah mereka yang bergaji ratusan juta sebulan berprinsip bahwa tidak apa berbisnis dengan setan yang penting menghasilkan uang?

Nampak jelas, jajaran direksi dan komisaris dua provider itu tidak punya pengetahuan mumpuni soal siapa saja yang menyebarkan ajaran radikal. Tahunya mereka, follower ya banyak pasti mendatangkan uang. Tanpa perduli latar belakangnya.

Baru setelah masyarakat ribut-ribut, mereka kelabakan cari upaya penyelamatan dari ancaman pemboikotan massal. Itupun cuma kulitnya saja. Telkomsel mencoret penceramah berfaham radikal dari daftar tausiyah Ramadhan.

Masih ditunggu apakah Indosat mau mencoret Felix Siauw,pentolan HTI dari daftar penceramah Ramadhan. Adakah Indosat juga tahu bahwa acaranya dijadikan ajang penyebaran paham radikal ?

Karena itu, kedepan, selain menindak tegas manager menengah itu --dan ini kewajiban--, Telkomsel hendaknya mengangkat pakar dari NU dan Muhammadiyah sebagai komisaris independen. Demikian juga Indosat.

Tujuannya adalah untuk mengawasi aneka konten Islam yang dijajakan Telkomsel dan Indosat termasuk menjegal paham radikal meresap dalam di sumber daya manusianya.

Komisaris independen ini juga akan menjadi saringan pertama , calon-calon penceramah yang dipanggil Telkomsel dan Indosat. Entah mengisi tausiyah internal atau kegiatan bisnis komersial. Malahan bisa menjadi sumber bagi masuknya ulama-ulama mumpuni yang menyebarkan Islam yang damai rahmatan lil alamin. Percayalah, Muslim Indonesia merindukan syiar Islam yang sejuk ditengah kesumpekan yang sengaja diciptakan penceramah radikal.Dan itu juga berarti uang bagi Anda sekalian...

Selain itu, kehadiran para pakar dari NU dan Muhammadiyah bisa menjadi semacam pagar bagi Telkomsel dan Indosat menangkal paham radikal baik yang dianut para karyawannya ataupun dalam menjaga kemurnian konten Islam.

Bahkan bukan tidak mungkin karyawan Telkomsel dan Indosat yang terlanjur terpapar paham radikal bisa insyaf dan sadar betapa tausiyah penceramah dobol selama ini telah membilas sebagian otaknya.

Kita tunggu langkah Telkomsel dan Indosat selanjutnya, jangan sampai kena boikot para pelanggannya. Yang tidak segan-segan melempar SIM Cardnya ke combetan tapi masih pakai nomor lama untuk wosapan. Sementara sambungan telepon dan paket data pakai provider lain.

Mau pelanggan kalian pindah ke XL, Smartfren dsb?

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Sunday, May 20, 2018 - 15:00
Kategori Rubrik: